Otorita IKN Gelar Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara, Wujud Kota Berbasis Kreativitas dan Keberagaman

IKN42 Dilihat

metroikn, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi membuka Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara (Nusantara Cultural Center) sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem kota yang berakar pada kreativitas, pengetahuan, serta keberagaman budaya Indonesia.

Pendaftaran sayembara yang dimulai pada 5 November ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan kawasan kota yang tidak hanya hijau dan cerdas, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya bangsa. Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara akan dibangun di atas lahan seluas 33,38 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Otorita IKN dan Kementerian Kebudayaan, dengan dukungan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) serta Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI). Melalui sayembara ini, para arsitek dan perancang kota diberi kesempatan untuk berinovasi dalam menampilkan rancangan yang memadukan nilai seni, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal dalam satu ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Nusantara menjadi bagian penting dari proses transformasi menuju Ibu Kota Negara yang berkarakter dan beridentitas kuat.

“Kami akan mulai sayembara cultural center ini karena sangat dibutuhkan dalam proses transformasi di IKN. Kawasan kebudayaan ini akan menempati lahan sekitar 33 hektare, dengan enam unit utama bangunan: museum, concert hall atau auditorium, galeri kebudayaan, taman budaya, perpustakaan, dan sport hall,” ujar Basuki saat Media Visit di Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, Rabu (29/10/2025).

Lebih lanjut, Otorita IKN menegaskan bahwa Pusat Kebudayaan Nusantara akan berfungsi sebagai pusat kreativitas dan ruang interaksi masyarakat lintas budaya. Kawasan ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, pariwisata, serta diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Melalui inisiatif ini, Nusantara tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan modern, tetapi juga sebagai kota yang hidup oleh gagasan, ekspresi seni, dan nilai-nilai budaya bangsa.

“Pusat Kebudayaan Nusantara akan menjadi simbol keberagaman dan ruang bagi lahirnya ide-ide terbaik anak bangsa,” tegas Basuki.