metroikn, SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Satpol PP Kota Samarinda dan Dinas Perhubungan kembali menggelar operasi penertiban pada Rabu malam (10/9/25).
Operasi ini menyasar anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), pedagang kaki lima (PKL), serta juru parkir (jukir) liar di sejumlah titik rawan pelanggaran.
Kabid Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan operasi diawali dari kawasan Simpang Empat Sempaja.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang manusia silver. Penyisiran berlanjut ke Jalan Juanda, tempat ditemukannya beberapa jukir liar dan seorang gepeng yang diketahui sering kembali ke jalan meski sudah berulang kali ditertibkan.
“Di Juanda kita temukan jukir liar dan seorang gepeng yang sering kembali beraktivitas,” ujar Edwin.
Di Jalan Antasari, tepatnya sekitar Bank BCA, tim kembali menjaring seorang jukir liar. Sementara di kawasan Big Mall, petugas tidak menemukan pelanggar karena diduga informasi operasi sudah bocor.
Operasi kemudian berlanjut ke Jalan APT Pranoto, di mana seorang PKL yang berjualan di trotoar dan dua pengamen diamankan. Barang dagangan milik PKL juga langsung diangkut oleh Satpol PP Kota Samarinda.
“Di APT Pranoto ada PKL yang melanggar karena berjualan di trotoar, lalu dua pengamen juga ikut diamankan,” jelas Edwin.
Rangkaian operasi ditutup di kawasan Citra Niaga, yang terpantau lebih tertib tanpa ditemukan pelanggaran berarti.
Menurut Edwin, seluruh penertiban berlangsung lancar dan situasi lapangan tetap terkendali.
Terkait tindak lanjut, Edwin menegaskan para pelanggar akan diproses sesuai aturan. Sebagian besar didata dan diberikan Surat Peringatan (SP1). Jika melanggar hingga tiga kali, kasus akan dibawa ke persidangan.
Ia mencontohkan seorang gepeng bernama Kende, yang berulang kali terjaring razia, akan mendapat penanganan lebih tegas dari Pemerintah Kota Samarinda.
“Kita akan data dan beri surat peringatan. Kalau sampai melanggar tiga kali, langsung kita proses sampai persidangan agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.












