metroikn, SAMARINDA – Gelombang aksi demonstrasi diperkirakan kembali mewarnai sejumlah daerah di Indonesia awal pekan depan. Setelah rangkaian aksi serupa terjadi di berbagai kota, kini giliran Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan menjadi pusat perhatian.
Aliansi Mahakam, gabungan dari 42 organisasi mahasiswa dan masyarakat, menyatakan siap menggelar aksi turun ke jalan pada Senin, 1 September 2025. Massa dijadwalkan berkumpul di Islamic Center Samarinda pukul 10.00 WITA, kemudian melakukan long march menuju Gedung DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahakam, Renaldi Saputra, menegaskan aksi ini adalah panggilan bagi seluruh masyarakat Kaltim untuk bersuara.
“Ini bukan sekadar gerakan mahasiswa, tapi panggilan rakyat. Kami mengajak semua elemen masyarakat turun bersama pada 1 September di depan Gedung DPRD Kaltim,” ucap Renaldi.
Dalam aksinya, Aliansi Mahakam akan menyampaikan 11 tuntutan rakyat, yaitu:
- Menolak RUU KUHAP
- Menghapus tunjangan mewah DPR
- Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, dan RUU Masyarakat Adat
- Meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, serta pemerataan pendidikan di daerah 3T
- Menolak pemutihan dosa pemerintah
- Mencabut UU yang merugikan rakyat
- Menghentikan tindak represif terhadap gerakan rakyat
- Melahirkan kebijakan pro rakyat
- Menghentikan oligarki politik dan praktik demokrasi semu
- Menegakkan supremasi hukum
- Mengakhiri kejahatan ekologis dan pertambangan merusak
Seruan aksi di Samarinda ini menambah daftar panjang dinamika gerakan rakyat di Tanah Air. Beberapa kota sebelumnya juga telah diguncang gelombang protes dengan isu serupa, menandakan kian kuatnya desakan publik terhadap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
Aksi di Kaltim diperkirakan melibatkan ribuan peserta, mengingat konsolidasi telah dilakukan lintas kampus dan komunitas masyarakat.









