Tiga Hari, 4.761 Pelaku Industri Hadir di IEE Series Balikpapan 2026

METROPOLIS63 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 resmi ditutup pada Jumat (12/6/2026) setelah berlangsung selama tiga hari di BSCC Dome Balikpapan. Penyelenggaraan perdana ini sukses mempertemukan pelaku industri pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, pemerintah, asosiasi, akademisi, hingga investor dalam satu ekosistem kolaborasi.

Untuk pertama kalinya di Balikpapan, IEE Series menghadirkan tiga pameran besar sekaligus, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Kehadiran ketiganya menjadi gambaran keterhubungan sektor-sektor strategis yang menopang pertumbuhan industri nasional, khususnya di Kalimantan dan Indonesia Timur.

PT Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara mencatat sebanyak 4.761 pelaku industri hadir selama pameran berlangsung. Mereka berinteraksi dengan lebih dari 100 peserta pameran, menampilkan 200 lebih merek dari 10 negara, serta mengikuti berbagai agenda bisnis yang digelar di area pameran seluas lebih dari 5.600 meter persegi.

Tak hanya menjadi etalase teknologi dan produk industri, IEE Series Balikpapan juga memfasilitasi 184 sesi business matching dan membawa sejumlah peserta pameran melakukan kunjungan langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk melihat peluang investasi yang berkembang di sana.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan platform yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri dalam satu ruang kolaborasi.

“IEE Series Balikpapan 2026 membuktikan bahwa kebutuhan akan platform yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya semakin meningkat. Kami optimistis pameran ini akan memperkuat posisi Kalimantan Timur dan Indonesia Timur dalam peta industri nasional maupun global,” ujarnya.

Selain pameran, IEE Series juga menjadi ruang diskusi berbagai isu strategis yang sedang dihadapi industri. Topik yang dibahas mulai dari transformasi sektor migas, penguatan rantai pasok, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), teknologi digital di sektor tambang, hingga pengembangan industri alat berat dan beton untuk mendukung pembangunan kawasan Indonesia Timur.

Dalam seminar yang digelar bersama ASPERMIGAS, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kalimantan Timur, Puji Harianto, mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur saat ini memiliki 41 wilayah kerja migas yang beroperasi dan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Sementara itu, isu transformasi teknologi juga menjadi sorotan utama. Forum yang digelar PERHAPI membahas pemanfaatan drone dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan operasional pertambangan. Berbagai inovasi tersebut dinilai akan menjadi bagian penting dari masa depan industri energi dan sumber daya alam Indonesia.

IEE Series Balikpapan juga memberi ruang bagi pengembangan sumber daya manusia melalui program Student Visit yang melibatkan 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi serta peluang karier di sektor energi, pertambangan, konstruksi, dan migas.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana ini turut didukung berbagai asosiasi industri seperti ASPERMIGAS, PERHAPI, PERTAABI, ICAN, ACE Kalimantan Timur, ABUPI, serta sejumlah instansi pemerintah dan Otorita IKN.

Hanung memastikan IEE Series Balikpapan akan kembali digelar pada 9–11 Juni 2027. Sebelum itu, rangkaian IEE Series 2026 akan berlanjut ke Surabaya pada Juli mendatang, kemudian berlanjut ke Jakarta melalui gelaran Energy Week dan Energy & Engineering Week pada September 2026.

“Antusiasme yang kami lihat selama tiga hari ini menunjukkan bahwa potensi industri di Indonesia Timur sangat besar dan akan terus berkembang,” tutup Hanung.