SUTT Talisayan–Maloy Kembali Beroperasi Usai 3 Tower Rusak, PLN Gunakan Tower Darurat

METROPOLIS107 Dilihat

Metroikn, Berau – Penyaluran listrik melalui jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Talisayan–Maloy kembali beroperasi setelah terganggu akibat pohon tumbang di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

PT PLN (Persero) mengoperasikan kembali jaringan tersebut pada Minggu (1/11/2026) pukul 01.13 WITA dengan menggunakan konstruksi tower darurat atau Emergency Restoration System (ERS).

Pengoperasian ini menjadi tahap pemulihan setelah gangguan yang terjadi sejak 25 Oktober 2026. Insiden pohon tumbang tersebut mengakibatkan kerusakan pada tiga tower transmisi, yakni T.115, T.116, dan T.117.

Sejak gangguan terjadi, personel PLN melakukan penanganan secara bertahap. Pekerjaan meliputi pengamanan dan pembersihan lokasi, mobilisasi material dan peralatan, hingga pemasangan konstruksi ERS agar fungsi penyaluran tenaga listrik dapat kembali berjalan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Dewanto, mengatakan pengoperasian kembali jaringan tersebut merupakan hasil kerja personel gabungan di tengah tantangan kondisi lapangan.

“Alhamdulillah, melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh tim, SUTT 150 kV Talisayan–Maloy telah berhasil dioperasikan kembali menggunakan tower darurat. Kami memahami bahwa keandalan pasokan listrik memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, seluruh personel terus bekerja mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak,” ujar Dewanto.

Penanganan gangguan melibatkan PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan), PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3), serta Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan. Pekerjaan juga mendapat dukungan mitra pelaksana Hasta–Mahameru.

Tiga Tower Masih Menunggu Perbaikan Permanen

Meski jaringan sudah kembali beroperasi, pekerjaan pemulihan belum sepenuhnya rampung. Tower ERS yang digunakan saat ini merupakan konstruksi sementara untuk mengembalikan fungsi transmisi sembari menunggu perbaikan permanen pada tiga tower yang rusak.

Dewanto mengatakan tim PLN selanjutnya akan melanjutkan penanganan pada tower T.115, T.116, dan T.117 agar jaringan dapat kembali beroperasi dengan konstruksi normal.

“Pengoperasian melalui tower ERS menjadi salah satu tahapan penting dalam pemulihan jaringan, tetapi pekerjaan belum selesai. Selanjutnya, tim akan melanjutkan penanganan pada tiga tower terdampak, yakni T.115, T.116, dan T.117, agar jaringan dapat kembali beroperasi secara normal. Seluruh tahapan pekerjaan tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan instalasi,” jelasnya.

Pekerjaan lanjutan akan dilakukan PLN UIP KLT bersama UPP KLT 3 dan mitra pelaksana Hasta–Mahameru. Koordinasi dengan unit PLN terkait juga terus dilakukan selama proses perbaikan berlangsung.

Dewanto turut menyampaikan apresiasi kepada personel PLN, mitra kerja, masyarakat, serta pemerintah daerah dan instansi yang membantu penanganan gangguan. Dukungan tersebut antara lain berasal dari Pemkab Berau, Kejaksaan Negeri Berau, TNI, Polri, dan sejumlah instansi lainnya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel PLN, mitra kerja yang telah bekerja secara intensif di lapangan, serta kepada masyarakat dan seluruh pihak yang mendukung proses pemulihan ini. Kami memohon doa dan dukungan agar pekerjaan lanjutan dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga infrastruktur transmisi dapat kembali beroperasi secara optimal,” tambah Dewanto.

Dengan kembali beroperasinya SUTT 150 kV Talisayan–Maloy melalui tower darurat, fungsi penyaluran tenaga listrik pada jaringan tersebut telah dipulihkan. Namun, PLN masih harus menyelesaikan perbaikan permanen tiga tower terdampak sebelum konstruksi transmisi kembali normal.