Stok Hewan Kurban di Kaltim Surplus, Kebutuhan Iduladha Diprediksi 18 Ribu Ekor

METROPOLIS21 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim mencatat stok hewan kurban yang tersedia mencapai 28.688 ekor, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 18.525 ekor.

Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadly Sufiani, mengatakan pemerintah sengaja menyiapkan stok lebih besar sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan permintaan hewan kurban yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita lebih baik menyiapkan ketersediaan stok daripada nanti kebutuhan masyarakat meningkat tetapi stok tidak ada,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, tren kebutuhan hewan kurban di Kaltim terus mengalami kenaikan. Pada 2024 kebutuhan tercatat sekitar 11 ribu ekor, lalu meningkat menjadi 17 ribu ekor pada 2025.

Meski stok dinilai aman, Kaltim hingga kini masih bergantung pada pasokan hewan kurban dari luar daerah. Sekitar 70 persen kebutuhan masih dipenuhi dari luar provinsi, sedangkan peternak lokal baru mampu menyuplai sekitar 17 persen atau sekitar 4.000 ekor.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, DPKH Kaltim mengembangkan program Pengembangan Desa Koperasi Ternak (PDKT) dengan mengonsolidasikan kelompok peternak dalam wadah koperasi.

Sejak 2024 hingga tahun ini, program tersebut telah membentuk 23 koperasi ternak di berbagai wilayah Kalimantan Timur.

Selain sapi, pemerintah juga memastikan stok kambing dan domba dalam kondisi aman. Tercatat stok kambing tersedia sebanyak 9.422 ekor dengan kebutuhan diperkirakan 6.713 ekor. Sementara stok domba mencapai 1.284 ekor dengan proyeksi kebutuhan sekitar 779 ekor.

Fadly menyebut minat masyarakat terhadap domba mulai meningkat, baik untuk kebutuhan kurban maupun pengembangan usaha peternakan.

Untuk kerbau, pemerintah menyiapkan stok sebanyak 15 ekor meskipun jumlah peminatnya masih relatif kecil.

Terkait harga, sapi kurban dijual pada kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram berat hidup. Dengan demikian, harga satu ekor sapi dapat berkisar antara Rp17 juta hingga Rp120 juta tergantung ukuran dan kondisi hewan.

Fadly mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli hewan kurban, tetapi juga memastikan kondisi hewan sehat dan layak.

“Yang penting bukan hanya harga, tapi pastikan hewan sehat dan tidak cacat,” pesannya.

DPKH Kaltim juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan merata hingga ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur.