Pemprov Kaltim Targetkan Seluruh Desa Berlistrik pada 2027, 72 Desa Masih Menunggu

METROPOLIS35 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan seluruh desa di wilayah Kaltim telah menikmati akses listrik pada 2027. Saat ini masih terdapat 72 desa yang belum berlistrik, dengan sebagian besar berada di kawasan terpencil dan sulit dijangkau jaringan konvensional.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan penyelesaian elektrifikasi dilakukan secara bertahap. Sebanyak 36 desa dijadwalkan memperoleh akses listrik pada 2026, sedangkan 36 desa sisanya dituntaskan setahun berikutnya.

“Saat ini masih ada 72 desa yang belum berlistrik di Kalimantan Timur. Sebanyak 36 desa akan kami selesaikan pada tahun 2026, kemudian 36 desa lainnya ditargetkan rampung pada tahun 2027. Dengan demikian, pada 2027 seluruh desa di Kalimantan Timur diharapkan sudah mendapatkan akses listrik,” ujarnya.

Menurut Bambang, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga membuka peluang perluasan jaringan listrik ke wilayah-wilayah sekitar. Setelah desa sasaran memperoleh akses energi, pengembangan jaringan oleh PT PLN (Persero) diharapkan dapat menjangkau kawasan lain yang selama ini belum terlayani.

“Kalau program listrik desa sudah selesai, maka pengembangan jaringan oleh PLN juga akan mengikuti. Artinya, konektivitas jaringan listrik antardesa secara bertahap juga akan teratasi,” katanya.

Namun demikian, tidak seluruh desa memungkinkan disambungkan ke jaringan PLN. Sejumlah wilayah memiliki kendala geografis, mulai dari medan yang berat hingga lokasi yang sangat terpencil sehingga pembangunan jaringan distribusi dinilai kurang efektif.

Untuk kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan alternatif melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), terutama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Ada beberapa desa yang memang jaringan PLN tidak bisa masuk karena berbagai kendala teknis. Untuk wilayah seperti itu, penyediaan listrik akan dilakukan melalui paket energi baru terbarukan, salah satunya memanfaatkan tenaga surya,” jelas Bambang.

Menurutnya, penggunaan PLTS menjadi solusi yang lebih efisien dibanding membangun jaringan distribusi baru yang membutuhkan investasi besar dan waktu pengerjaan lebih panjang. Selain menyediakan akses listrik bagi masyarakat, pemanfaatan energi surya juga sejalan dengan upaya pengembangan energi bersih di Kalimantan Timur.

Pemprov Kaltim menilai pemerataan akses listrik akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga terbukanya peluang usaha produktif. Pelaksanaan program tersebut akan terus dikoordinasikan bersama PT PLN (Persero) dan instansi terkait agar target seluruh desa berlistrik pada 2027 dapat direalisasikan.