Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Pantau 155 Paket Proyek APBN

IKN42 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat pembangunan tahap kedua guna mengejar target Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028. Agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal, evaluasi dilakukan secara berkala terhadap proyek-proyek yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, maupun skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Monitoring dan evaluasi tersebut digelar di Multifunction Hall Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa (14/7/2026). Forum itu mempertemukan kementerian dan lembaga, investor, penyedia jasa konstruksi, konsultan, hingga manajemen konstruksi untuk menyamakan langkah sekaligus menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.

Pembangunan tahap kedua merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menargetkan IKN menjadi pusat pemerintahan politik pada 2028.

Saat ini, Otorita IKN mengelola 40 paket pekerjaan yang didanai APBN. Sebanyak sembilan paket telah rampung pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, sedangkan 16 paket lainnya memasuki proses persiapan lelang.

Paket-paket tersebut meliputi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, gedung perkantoran, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari penyediaan layanan dasar di kawasan IKN.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pembangunan. Dari jumlah tersebut, 78 paket telah selesai, sementara 12 paket masih dalam proses pengerjaan, termasuk Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, dan sejumlah jalan pendukung lainnya.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pekerjaan. Sebelas paket telah selesai, sedangkan satu paket berupa pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih berlangsung.

Pembangunan IKN juga terus mendapat dukungan dari sektor swasta. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun, sedangkan enam lainnya masih dalam tahap konstruksi.

Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, apartemen PT Star Bright International Investment, kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, serta apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Melalui skema KPBU, saat ini terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan. Dalam waktu dekat, pembangunan 108 unit rumah tapak oleh PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun oleh PT Nindya Karya juga akan mulai dikerjakan.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengingatkan bahwa percepatan pembangunan harus tetap dibarengi dengan penerapan keselamatan kerja dan menjaga kualitas hasil pembangunan.

“K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki.

Menurutnya, forum monitoring dan evaluasi tidak hanya menjadi sarana memantau progres pembangunan, tetapi juga memastikan seluruh proyek yang didanai APBN, investasi swasta, maupun KPBU berjalan selaras sehingga target penyelesaian pada 2028 dapat tercapai.