Metroikn, Nusantara – Pencegahan penyakit yang menular dari hewan ke manusia hingga penyelamatan satwa saat kebakaran hutan menjadi bagian dari pembahasan Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pembukaan kongres berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (15/10/2026). Kegiatan bertema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” ini mempertemukan dokter hewan dari berbagai daerah bersama pemerintah dan pemangku kepentingan bidang veteriner.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut penyelenggaraan kongres tersebut. Menurutnya, peran dokter hewan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi ternak, tetapi juga kesehatan hewan dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Selamat datang di Nusantara, saya menyimak apa yang disampaikan oleh Bapak Ketum dan Ibu Nurhadi tadi, bahwa salah satu peran strategis dokter hewan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga meningkatkan kesehatan hewan. Saya sekaligus bercerita, saya sendiri punya ayam, kenapa saya pelihara, karena saya ingin kalau sudah berhasil bisa diberikan ke desa-desa di Sepaku untuk menangani kasus stunting,” ujar Basuki.
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, turut mengapresiasi penyelenggaraan kongres. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan organisasi profesi dokter hewan di Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar PDHI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Otorita IKN yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kongres ini. Kongres ke 20 PDHI merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia,” ujar Nuryani.
Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, Dr. drh. M. Munawaroh, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Otorita IKN dalam penyelenggaraan kongres tersebut.
“Atas nama PDHI, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala Otorita IKN sehingga acara kongres ini dapat terselenggara di IKN. Dan semuanya telah melihat perkembangan pembangunan IKN, serta seperti apa pesan Pak Bas tadi, beritakan lah apa yang benar tentang IKN,” ujar Munawaroh.
Bahas Risiko Zoonosis saat Karhutla
Selain pembukaan kongres, rangkaian kegiatan di KIPP Nusantara diisi dengan sosialisasi zoonosis dan animal rescue. Materi tersebut membahas pencegahan penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia serta penanganan satwa dalam situasi darurat.
Dalam pembahasan mitigasi risiko zoonosis saat kebakaran hutan, peserta menyoroti pendekatan One Health, yakni pendekatan yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Kebakaran hutan dapat menyebabkan satwa berpindah dari habitatnya sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi dengan manusia maupun hewan domestik. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pemantauan dan pencegahan risiko penyakit lintas spesies.
Upaya mitigasi mencakup surveilans, penilaian risiko bersama, komunikasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor. Sementara itu, materi animal rescue membahas penanganan dan penyelamatan satwa maupun hewan peliharaan dalam kondisi darurat, termasuk ketika terjadi kebakaran hutan.
Melalui kongres dan sosialisasi tersebut, pembahasan kesehatan hewan, keamanan pangan, pencegahan zoonosis, dan perlindungan satwa diharapkan dapat mendukung pembangunan IKN yang memperhatikan kesehatan masyarakat serta keberlangsungan ekosistem.









