Bukan Cuma Hunian ASN, Investasi Baru IKN Mencakup Peternakan Ayam hingga Mebel Jepara

IKN34 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Investasi untuk membangun ekosistem perkotaan di Ibu Kota Nusantara (IKN) bertambah melalui proyek hunian aparatur sipil negara (ASN) dan lima investasi swasta di sektor pangan, mebel, kuliner, olahraga, serta kawasan komersial. Total nilai investasi dari seluruh proyek yang disebut Otorita IKN mencapai sekitar Rp6,56 triliun.

Pada Rabu (14/10/2026), Otorita IKN menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk proyek delapan tower rumah susun ASN senilai Rp2,629 triliun serta lima investasi swasta dengan nilai gabungan Rp1,11 triliun.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN juga menandatangani kerja sama pembangunan 109 rumah tapak ASN bersama PT Intiland Development Tbk dengan nilai investasi Rp2,819 triliun.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), tetapi juga melibatkan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Basuki.

Rusun dan rumah tapak untuk ASN

Pada sektor hunian, proyek delapan tower rumah susun ASN diprakarsai PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management. Proyek ini direncanakan memiliki 288 unit satuan rumah susun berukuran 190 meter persegi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, dengan luas persil 6,84 hektare.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp2,629 triliun.

Sementara itu, proyek rumah tapak ASN yang dikerjakan melalui PT Seratus Sembilan Nusantara, badan usaha pelaksana dari PT Intiland Development Tbk, mencakup pembangunan 109 unit di WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Proyek dengan nilai investasi Rp2,819 triliun itu menggunakan lahan seluas total 9,17 hektare. Lahan terbagi menjadi dua persil, yakni 79 unit di lahan 6,6 hektare dan 30 unit di lahan 2,4 hektare.

Masa kerja sama proyek berlangsung selama 10 tahun, terdiri atas dua tahun konstruksi dan delapan tahun layanan. Pembangunannya ditargetkan selesai pada triwulan IV 2028.

Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menyebut kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya sebagai amanah untuk menghadirkan pembangunan berkualitas.

“Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara,” ujar Firmansyah.

Lima investasi swasta, dari peternakan ayam hingga apartemen

Selain hunian ASN, lima perusahaan akan mengembangkan fasilitas yang mendukung kegiatan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari di IKN. Nilai investasi kelima proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,11 triliun.

PT Berdikari (Persero), misalnya, merencanakan pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di WP 3. Proyek di atas lahan 17,27 hektare ini mencakup rencana pembangunan fasilitas parent stock layer farm dan hatchery, dengan estimasi investasi Rp177 miliar serta kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

Di sektor kuliner dan fasilitas pertemuan, PT Laziz Nusantara Grup akan mengembangkan restoran Arab, gerai gelato, serta gedung serbaguna di KIPP 1B. Proyek di atas lahan 0,54 hektare tersebut memiliki estimasi investasi Rp10 miliar.

PT FYP Karya Perdana merencanakan pembangunan Teras Padu, fasilitas olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A. Nilai investasinya diperkirakan Rp20 miliar dengan luas lahan 0,45 hektare.

Sementara itu, PT Java Teak Indo akan membangun showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A. Proyek dengan luas lahan 0,2 hektare tersebut diperkirakan menelan investasi Rp1,5 miliar.

Keterlibatan perusahaan mebel Jepara mendapat sambutan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menilai kesempatan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha daerah untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Nusantara.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah,” ujar Witiarso.

Investasi dengan nilai terbesar di antara lima proyek swasta tersebut berasal dari PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park. Perusahaan ini merencanakan pengembangan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B, yang mencakup kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan 3,57 hektare.

Nilai investasi proyek itu diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Perwakilan perusahaan, Yang Jinghui, menyampaikan harapan agar pembangunan IKN berjalan semakin cepat dan menarik minat investor lain dari China.

“Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini,” ujar Yang Jinghui.

Rangkaian kerja sama tersebut mencakup hunian ASN, fasilitas pendukung pangan, ruang komersial, kuliner, olahraga, hingga apartemen dan perkantoran. Otorita IKN berharap masuknya investasi pemerintah dan swasta dapat mendukung pertumbuhan Nusantara sebagai kawasan perkotaan yang semakin lengkap.