Kiprah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan di Bidang Sosial dan Lingkungan Raih Pengakuan Dunia

METROPOLIS47 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Program pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sukses menembus panggung internasional. Lewat berbagai inovasi sosial berbasis komunitas, Pertamina berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand.

Pengakuan global tersebut menjadi bukti bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga dinilai mampu menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan sosial, ekonomi, hingga lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

Berbagai program unggulan dijalankan di sejumlah wilayah Kalimantan. Di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin misalnya, Pertamina menghadirkan program PASAR TERAS BERSAMA yang mengembangkan pengelolaan sampah organik, budidaya lele, edukasi kesehatan, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat.

Sementara di IT Pontianak, transformasi Posyandu Aster dikembangkan melalui layanan kesehatan digital terintegrasi berbasis pemberdayaan perempuan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Program berbasis ekonomi sirkular juga dikembangkan di Fuel Terminal (FT) Tarakan melalui BLACKGOLD yang menggabungkan pengelolaan sampah organik, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Tak hanya itu, inovasi lingkungan dan pemberdayaan perempuan turut dijalankan Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.

Pada sektor pendidikan dan lingkungan, AFT Syamsudin Noor menghadirkan program Eco Green School yang mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Sedangkan AFT Sepinggan mengembangkan program TALISERA berbasis pengelolaan limbah organik rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan seluruh program TJSL tersebut dirancang untuk menciptakan manfaat jangka panjang melalui kolaborasi aktif bersama masyarakat.

“Program-program TJSL yang dijalankan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, penguatan kapasitas komunitas, serta menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan,” ujar Edi.

Atas berbagai inovasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berhasil meraih Gold Award kategori Product Excellence untuk AFT Supadio dan kategori Best Community Program untuk IT Banjarmasin.

Selain itu, Silver Award diraih pada kategori Empowerment of Women oleh AFT Supadio serta kategori Best Community Program oleh AFT Supadio, AFT Syamsudin Noor, AFT Sepinggan, dan FT Tarakan. Sementara Bronze Award diperoleh pada kategori Best Environmental Excellence oleh AFT Supadio dan kategori Empowerment of Women oleh IT Pontianak.

Menurut Edi, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program sosial yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, komunitas, hingga para perwira Pertamina yang terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak positif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan dan pendidikan, kesetaraan gender, hingga pembangunan komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.