Karang Taruna Kariangau Gandeng Interport, 1.000 Mangrove Tak Dibiarkan Tanpa Perawatan

METROPOLIS63 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kolaborasi perusahaan dan organisasi pemuda di Kariangau, Balikpapan Barat, tak berhenti pada penanaman mangrove. PT Interport Mandiri Utama bersama Karang Taruna Nusantara Maju menanam 1.000 bibit mangrove dan menyiapkan dukungan perawatan selama satu tahun ke depan.

Bagi Karang Taruna, kerja sama ini menjadi langkah awal untuk melibatkan perusahaan dalam rehabilitasi kawasan pesisir. Ketua Karang Taruna Nusantara Maju Kelurahan Kariangau, Apriyanto, mengatakan organisasinya baru mulai menjajaki kolaborasi semacam ini pada tahun 2026.

“Karang Taruna Kariangau, baru tahun ini kita memulai mencoba kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan untuk melakukan penanaman mangrove. Dan alhamdulillah di hari ini, insya Allah kita akan menanam seribu bibit mangrove yang akan ditanam di kawasan konservasi mangrove Kariangau,” kata Apriyanto.

Penanaman berlangsung di kawasan Pemancingan Kampung Nelayan Berdasi, RT 3, Kelurahan Kariangau, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Bulan Bakti Karang Taruna 2026 sekaligus peringatan hari lahir Karang Taruna ke-66.

Apriyanto mengatakan kerja sama itu tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah tanaman di pesisir. Bibit yang ditanam perlu dirawat hingga tumbuh agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Dan itu bukan hanya menanam, kita juga akan berkolaborasi untuk merawat sampai mangrove itu besar dan dapat bermanfaat nantinya,” ujarnya.

Kebutuhan rehabilitasi muncul setelah Karang Taruna melihat sejumlah mangrove di kawasan pesisir Kariangau telah mati. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Penanaman ulang menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlangsungan kawasan tersebut.

Interport mendukung perawatan bibit selama satu tahun pertama. Karang Taruna akan memantau perkembangannya dan mengajukan kebutuhan lanjutan apabila diperlukan. Apriyanto juga berharap penanaman dapat dilakukan setiap tahun selama lahan masih tersedia.

“Dan insya Allah jika lahan masih ada kita akan setiap tahunnya menanam untuk perlangsungan mangrove di Kariangau,” katanya.

Dari pihak perusahaan, Division Head CSA, Marketing & MBN Operation Director PT Interport Mandiri Utama, Wien Goerindro, mengatakan perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan.

“Keberhasilan perusahaan tidak hanya sebatas dari bisnis semata, tetapi ESG dan CSR menjadi salah satu parameter,” kata Wien.

Ia menjelaskan, Interport telah lama ingin berkontribusi dalam kegiatan mangrove di Balikpapan. Rencana tersebut sempat tertunda sebelum akhirnya dapat dijalankan melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Nusantara Maju Kariangau.

Menurut Wien, manfaat mangrove tidak terbatas pada penambahan vegetasi. Ekosistem yang terbentuk juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir.

“Tidak hanya sekadar pohon, tetapi ekosistem yang di bawahnya akan mencoba untuk hidup dan bermanfaat buat masyarakat, terutama masyarakat pesisir Kota Balikpapan,” ujarnya.

Bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada kawasan pesisir, keberlanjutan program lingkungan juga berkaitan dengan upaya menjaga ruang hidup mereka. Rusli (51), Ketua Nelayan Sumber Bahagia, mengatakan Interport telah berkontribusi terhadap kegiatan kelompok nelayan selama beberapa tahun, termasuk dalam pengembangan budidaya.

“Kalau Interport, khususnya untuk kita nelayan, sudah lama. Salah satunya budidaya, ada kontribusi pihak mereka,” kata Rusli.

Namun, menurut Rusli, dukungan semacam itu perlu dijaga kesinambungannya agar manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Kontinuitasnya itu yang perlu dipertahankan,” ujarnya.

Kelompok nelayan yang dipimpin Rusli juga mengembangkan budidaya bandeng dan usaha pemancingan sebagai upaya menambah nilai ekonomi dari potensi kawasan pesisir. Pengembangan usaha tersebut menjadi salah satu cara masyarakat memperkuat sumber penghasilan di tengah perubahan kondisi lingkungan dan ekonomi.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra, yang mewakili pemerintah kota, turut mengingatkan pentingnya perawatan setelah penanaman.

“Bibit yang ditanam harus dirawat dan dipantau pertumbuhannya agar dapat berkembang dengan baik,” kata Adwar.

Kini, kerja sama Karang Taruna dan Interport memasuki tahap yang tak kalah penting dari penanaman, yakni memastikan bibit dapat bertahan hidup dan menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemantauan.

Dukungan perawatan selama satu tahun menjadi tahap awal. Sementara itu, rencana penanaman rutin dan pengajuan kebutuhan lanjutan akan bergantung pada ketersediaan lahan, perkembangan bibit, serta keberlanjutan kolaborasi para pihak.

Pada akhirnya, hasil kerja sama ini tidak hanya ditentukan oleh 1.000 bibit yang ditanam, tetapi juga oleh kemampuan semua pihak menjaga tanaman tersebut tetap tumbuh setelah kegiatan selesai.