Groundbreaking PLTA Batoq Kelo Dimulai, Kaltim Disiapkan Jadi Motor Energi Hijau

METROPOLIS527 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Mega Watt (MW) resmi dimulai di Kalimantan Timur. Proyek energi baru terbarukan itu dinilai menjadi salah satu langkah strategis memperkuat sistem kelistrikan hijau sekaligus mendukung target transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Groundbreaking proyek yang dikembangkan PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) tersebut mendapat dukungan penuh dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT), pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat.

PLTA Batoq Kelo dibangun di Sungai Bo, anak Sungai Mahakam, dengan cakupan daerah tangkapan air mencapai sekitar 5.756,2 kilometer persegi. Kehadirannya diproyeksikan memperkuat pasokan listrik bersih di sistem interkoneksi Kalimantan sekaligus mendukung kebutuhan energi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai proyek pembangkit berbasis tenaga air tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Proyek seperti ini semakin penting karena Indonesia harus menuju kemandirian energi. Kita harus memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya alam kita sendiri, termasuk tenaga air. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Hashim.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut Kalimantan Timur memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan nasional.

“Hati saya selalu tertambat di Kaltim. Indah alamnya luar biasa, kemajuan bisnisnya luar biasa, semangat masyarakatnya luar biasa. Semua ditopang dengan potensi alam yang bisa menjadi EBT yang mampu menggerakkan seluruh Kalimantan dengan energi domestik. Tepat satu tahun lalu kita tandatangan PJBL, sekarang kita melakukan groundbreaking dan pembangunannya akan dipercepat. Ini menandakan walaupun banyak tantangannya, kalau semua solid dalam barisan maka semuanya tetap bisa berjalan dengan sangat cepat,” ujar Darmawan.

Ia menilai proyek tersebut menjadi contoh penting kolaborasi lintas pihak dalam mendorong pembangunan energi bersih di Indonesia.

“Ini adalah ekosistem luar biasa. Ini adalah persatuan, persahabatan, dan persaudaraan untuk saling menguatkan. Semua ini menunjukkan transformasi cara berpikir dan peran PLN dalam pembangunan nasional. Kalau dulu PLN fokus pada selling electricity and minimizing cost, sekarang dan ke depan PLN menjadi orchestrator green and digital growth of Indonesia. Semoga pembangunan pembangkit dimudahkan dan semoga ini akan menjadi jalan menuju kemakmuran Kalimantan dan Indonesia,” tutupnya.

Di sisi lain, Rudy Mas’ud menegaskan pembangunan PLTA Batoq Kelo tidak hanya berbicara soal kelistrikan, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat Mahakam Ulu.

“PLTA Batoq Kelo 300 MW ini bukan hanya proyek listrik, tetapi proyek masa depan. Kami berharap kehadirannya tidak hanya melahirkan pembangkit listrik, tetapi juga menjadi pembangkit harapan bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Mahakam Ulu,” ujar Rudy.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan pengembangan energi bersih perlu diiringi penguatan sistem transmisi dan gardu induk agar energi yang dihasilkan dapat tersalurkan optimal ke masyarakat.

“PLN UIP KLT menyambut baik Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW sebagai bagian dari penguatan ekosistem energi bersih di Kalimantan Timur. Kehadiran pembangkit berbasis energi terbarukan ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu dan Kalimantan Timur secara luas,” ujar Basuki.

Menurutnya, PLN UIP KLT saat ini terus memperkuat infrastruktur jaringan dan gardu induk guna memastikan integrasi energi terbarukan berjalan optimal dalam sistem kelistrikan Kalimantan.