Dinas Pertanian PPU Lakukan Sosialisasi dan Mitigasi Hadapi Masa Tanam Kedua

PPU5 Dilihat

metroikn, PENAJAM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Trasodiharto mengungkapkan, dinasnya bakal melakukan serangkaian proses sosialisasi dan mitigasi yang menyeluruh untuk menghadapi Masa Tanam (MT) Kedua.

“Dengan serangkaian strategi yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang sering menghampiri sektor pertanian, kami siap untuk menghadapi MT Kedua di PPU,” ungkap Andi Trasodiharto.

Secara rinci, lanjut dia, langkah-langkah strategis yang diambil mencakup antisipasi perubahan cuaca, mitigasi hama, serta penanganan keasaman tanah. Tindakan-tindakan ini, meskipun tampak terencana, memerlukan evaluasi mendalam untuk menilai efektivitas dan dampaknya terhadap produktivitas pertanian di wilayah ini.

“Seperti antisipasi terhadap perubahan cuaca misalnya, ini merupakan bagian integral dari persiapan. Dengan menugaskan satu penyuluh untuk setiap kelurahan dan desa, dinas pertanian berupaya untuk memberikan bimbingan langsung kepada petani,” ujar Andi Trasodiharto.

Selain itu, menghadapi tantangan hama, Dinas Pertanian PPU menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU. Pendekatan ini menunjukkan upaya kolaboratif yang perlu terus dipantau efektivitasnya.

“Kami melakukan mitigasi dari pra-tanam hingga panen untuk memastikan bahwa semua aspek pertanian diperhatikan dengan cermat. Kami juga berkoordinasi intensif dengan penyuluh pertanian dan petani di lapangan. Antisipasi kami sudah dilakukan secara menyeluruh, namun pemantauan tetap menjadi kunci utama dalam strategi kami,” bebernya.

Adapun tantangan yang saat ini masih menjadi perhatian khusus Dinas Pertanian disebutnya adalah kondisi keasaman tanah. Ini sering menjadi masalah di wilayah PPU. Karena itu, upaya Dinas Pertanian yang sudah dilakukan adalah memberikan bantuan kapur dan anti-asam untuk mengatasi masalah tersebut.

“Meskipun bantuan ini merupakan langkah positif, dampaknya harus dievaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar mengatasi masalah keasaman tanah. Keasaman tanah memang merupakan tantangan khas wilayah kita,” ungkap Andi Trasodiharto. (adv)