Bupati PPU Jajaki Poltekbang Surabaya, Anak Daerah Disiapkan Hadapi Peluang di Bandara IKN

Diskominfo PPU38 Dilihat

Metroikn, Surabaya – Pembangunan dan pengembangan Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mendorong pemerintah daerah mencari peluang pendidikan bagi generasi muda setempat. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya.

Bupati PPU Mudyat Noor mendatangi Politeknik Penerbangan Surabaya, Kamis (17/9/2026), untuk membahas peluang kerja sama pendidikan penerbangan. Pemkab berharap putra-putri PPU dapat memiliki bekal kompetensi dan kesempatan mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor penerbangan seiring berkembangnya kawasan IKN.

Audiensi tersebut diterima Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Penerbangan Surabaya, Dr. Bambang Driyono, bersama sejumlah pejabat di lingkungan kampus.

Mudyat mengatakan keberadaan Bandara IKN harus membuka manfaat yang lebih luas bagi masyarakat PPU. Terlebih, bandara tersebut berada di wilayah kabupaten yang menjadi bagian penting dari pengembangan ibu kota negara.

Menurutnya, pendidikan penerbangan dapat menjadi salah satu jalur bagi anak daerah untuk mempersiapkan diri sebelum masuk ke dunia kerja.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap putra-putri PPU mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di bidang penerbangan sehingga nantinya dapat ikut mengambil peran dalam pengembangan Bandara IKN,” harap Mudyat.

Mudyat juga menyoroti potensi Bandara IKN dari sisi landasan pacu. Ia menyebut panjang landasan pacu bandara tersebut mencapai lebih dari 3.000 meter, yang menurutnya lebih panjang dibandingkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara Samarinda.

“Salah satunya Bandara IKN ini memiliki landasan pacu sepanjang 3 ribu meter lebih, lebih panjang dari Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara Samarinda. Kami yakin Bandara IKN ini ke depan dapat berkembang menjadi bandara internasional,” katanya.

Harapan tersebut menjadi alasan Pemkab PPU mulai memikirkan kebutuhan sumber daya manusia sejak sekarang. Pemerintah daerah ingin generasi muda setempat tidak hanya menyaksikan perkembangan kawasan IKN, tetapi juga mempunyai keterampilan untuk mengambil peluang yang tersedia.

“Keberadaan perguruan tinggi penerbangan dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda PPU untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang akan muncul seiring berkembangnya kawasan IKN,” ujar Mudyat.

Politeknik Penerbangan Surabaya Buka Peluang Kerja Sama

Dalam pertemuan tersebut, Bambang memaparkan profil Politeknik Penerbangan Surabaya, termasuk program studi, jumlah mahasiswa, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta pengalaman kerja sama yang telah dijalankan.

Ia menjelaskan pendidikan di kampus tersebut tidak hanya diarahkan untuk membentuk kemampuan teknis di bidang penerbangan. Mahasiswa juga mendapatkan pembinaan karakter dan pengembangan soft skill.

Program pengasuhan dilakukan secara terintegrasi selama 24 jam di lingkungan asrama maupun kampus. Pembinaan itu ditujukan untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, serta kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter dan soft skill. Selama mengikuti pendidikan, mahasiswa mendapatkan pembinaan melalui program pengasuhan yang dilaksanakan di asrama maupun lingkungan kampus,” jelas Bambang.

Bambang juga memperkenalkan sejumlah program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa sesuai kebutuhan sektor penerbangan. Dalam kesempatan tersebut, pihak Politeknik Penerbangan Surabaya menyampaikan kesiapan membuka peluang kerja sama dengan Pemkab PPU untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

Meski demikian, rilis audiensi tersebut belum memuat rincian bentuk kerja sama, kuota calon mahasiswa asal PPU, maupun skema pembiayaan pendidikan yang akan ditawarkan.

Setelah audiensi, Mudyat Noor bersama rombongan meninjau sejumlah titik pendidikan di lingkungan Politeknik Penerbangan Surabaya. Ia didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan PPU Muchtar, Kepala BPSDM PPU Khaerudin, Kepala Bagian Pemerintahan Dahlan, dan sejumlah pendamping.

Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka akses pendidikan penerbangan bagi putra-putri PPU, sehingga peluang yang muncul dari perkembangan Bandara IKN dapat diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal. (Adv)