Metroikn, Sangatta – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk membahas pemanfaatan aset daerah yang berkaitan dengan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Muara Wahau-Sangatta.
Pembahasan berlangsung di Kantor Bupati Kutai Timur, Sangatta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut menindaklanjuti survei lokasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Sejumlah perangkat daerah hadir dalam koordinasi itu, antara lain Bagian Sumber Daya Alam, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), PDAM Tirta Tuah Banua, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Pendidikan. PLN diwakili tim UIP KLT dan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2).
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk membahas kebutuhan aset dalam pembangunan jalur transmisi tersebut.
“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang telah memfasilitasi koordinasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk mencari langkah tindak lanjut yang tepat terkait pemanfaatan aset daerah bagi pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau-Sangatta,” ujar Raditya.
Menurut Raditya, kebutuhan pertanahan dan perizinan juga perlu ditangani agar tahapan proyek berjalan sesuai ketentuan.
“Selain aspek teknis pembangunan, penyelesaian kebutuhan pertanahan dan perizinan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, kami terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar setiap tahapan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, mengatakan pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau-Sangatta merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur.
“Pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau-Sangatta menjadi salah satu upaya PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaannya, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama untuk membantu penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan agar tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Jefry.
Raditya berharap koordinasi dengan Pemkab Kutai Timur berlanjut hingga berbagai kebutuhan pembangunan dapat ditindaklanjuti bersama.
“Kami berharap koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan dalam proses pembangunan dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama. Melalui sinergi ini, PLN berkomitmen menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan daerah,” tutup Raditya.









