Metroikn, Balikpapan – Basarnas Balikpapan mengirim KN SAR Wisanggeni untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan mengalami kecelakaan dan diduga tenggelam di perairan Banjarmasin. Kapal tersebut berangkat dari Balikpapan membawa 29 personel dan sejumlah peralatan SAR.
KN SAR Wisanggeni berangkat pada Minggu (13/9/2026) pukul 14.40 Wita setelah Basarnas Balikpapan menerima radiogram dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin untuk membantu operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, mengatakan kapal membawa peralatan yang bisa digunakan untuk pencarian di permukaan maupun penyelaman.
“Siang hari ini kami memberangkatkan KN SAR Wisanggeni pada pukul 14.40 untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kapal membawa personel serta peralatan SAR yang dapat digunakan untuk pencarian di permukaan air maupun penyelaman apabila nantinya dibutuhkan dalam operasi,” ujar Dody dalam keterangan tertulis.
Sebanyak 29 personel ikut dalam keberangkatan tersebut. Mereka terdiri dari 10 rescuer, 15 ABK KN SAR Wisanggeni dan satu personel Banda Indonesia.
Dari Balikpapan, kapal harus menempuh jarak sekitar 280 nautical mile (NM) menuju lokasi pencarian. Perjalanan diperkirakan memakan waktu 15 hingga 18 jam, tergantung kondisi pelayaran dan kecepatan kapal.
Setelah tiba, KN SAR Wisanggeni akan mengikuti arahan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Dody mengatakan lama pencarian akan melihat kondisi di lapangan dan perkembangan operasi.
“Untuk lamanya pelaksanaan pencarian, tentunya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan perkembangan operasi. Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan arahan dari SMC Banjarmasin,” jelasnya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Dalam perkembangan terakhir, 115 orang telah dievakuasi. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Sementara 125 orang masih dalam pencarian.
KN SAR Wisanggeni kini dalam perjalanan menuju lokasi operasi. Kapal membawa peralatan pencarian di permukaan serta perlengkapan penyelaman yang dapat digunakan jika diperlukan.
Pencarian korban yang belum ditemukan masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus bergerak berdasarkan informasi dan kondisi terbaru di lapangan.












