Pertamina RU V Balikpapan Raih 2 Gold dan 2 Silver EPSA 2026, Inovasinya Sentuh Energi hingga Ekosistem

METROPOLIS29 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Inovasi di kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan tak berhenti pada urusan mengejar efisiensi produksi. Dari penghematan energi dan air, pemberdayaan masyarakat, hingga pemulihan habitat bekantan, rangkaian inovasi perusahaan kembali mendapat pengakuan dalam ajang Eco-Tech Pioneer & Sustainability Award (EPSA) 2026.

PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan memborong empat penghargaan, terdiri dari dua Gold dan dua Silver.

Dua penghargaan Gold diraih melalui kategori Green Power Innovation dan Hydro Smart Innovation. Sementara dua penghargaan Silver masing-masing diraih pada kategori Community Development dan Ecosystem Protection.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan di RU V Balikpapan menyasar berbagai aspek, mulai dari penggunaan energi dan pengelolaan air hingga manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Salah satu inovasi yang mendapat penghargaan Gold – Green Power Innovation berasal dari unit penghasil hidrogen. Melalui inovasi tersebut, perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam proses operasional kilang.

Hasilnya, konsumsi steam berhasil ditekan hingga 11.960 kilogram per jam.

Penghematan tersebut menjadi salah satu kontribusi inovasi terhadap efisiensi energi di lingkungan kilang.

Sementara pada pengelolaan air, inovasi AQUA-SAVE berhasil meraih Gold – Hydro Smart Innovation.

Program tersebut memperkuat pemantauan dan pengawasan sistem transfer air sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan untuk menekan kehilangan air. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Beranjak dari teknologi dan operasional kilang, inovasi RU V Balikpapan juga menyentuh pemberdayaan masyarakat.

Program Kampung Iklim (ProKlim) yang dikembangkan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan meraih Silver – Community Development.

Program tersebut menggabungkan pengelolaan sampah, penghijauan, ketahanan pangan, ekonomi sirkular serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Melalui program itu, masyarakat tidak ditempatkan sekadar sebagai penerima manfaat. Mereka didorong terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan lingkungan di wilayahnya.

Penghargaan keempat datang dari kategori Silver – Ecosystem Protection melalui program Pemulihan Habitat Bekantan dan Penggerak Ekonomi Lokal di Sekitar DAS Tunan.

Program tersebut menggabungkan pemulihan habitat dan vegetasi dengan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melindungi ekosistem.

Di saat yang sama, kegiatan konservasi juga dirancang agar memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah program.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan empat penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan inovasi dan keberlanjutan dalam operasional.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anto.

Menurutnya, inovasi dan keberlanjutan perlu berjalan beriringan dengan kinerja operasional perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, efisiensi energi dan air tidak hanya dipandang sebagai upaya menekan penggunaan sumber daya, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan operasi yang lebih berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat inovasi sekaligus kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan operasional, tetapi juga menciptakan nilai bersama untuk operasional yang semakin efisien, lingkungan yang semakin terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya,” kata Dodi.

Empat penghargaan EPSA 2026 tersebut akhirnya memperlihatkan satu benang mera, yakni inovasi di RU V Balikpapan tidak hanya dihitung dari seberapa efisien kilang bekerja, tetapi juga dari seberapa jauh manfaatnya dirasakan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.