Metroikn, Balikpapan – Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Kalimantan Barat, kebutuhan warga terdampak ikut meningkat. Bukan hanya ancaman asap, keterbatasan air bersih dan gangguan kesehatan menjadi persoalan yang harus segera ditangani.
Kondisi tersebut mendorong PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan bergerak menyalurkan bantuan tanggap darurat ke sejumlah wilayah terdampak karhutla di Kalimantan Barat.
Bantuan disalurkan untuk masyarakat di Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kubu Raya, dengan menyasar kebutuhan yang paling mendesak selama masa tanggap darurat.
Pertamina RU Balikpapan mengirimkan sejumlah bantuan, mulai dari air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan MCK, toren air, selang distribusi air, hingga masker N95, obat-obatan dan salep kulit.
Bantuan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama karena masyarakat terdampak menghadapi keterbatasan akses air di tengah kondisi darurat karhutla.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 38.310 hektare.
Ancaman semakin kompleks di wilayah dengan karakteristik lahan gambut. Api dapat bertahan dan menyebar di bawah permukaan sehingga penanganannya membutuhkan waktu dan upaya lebih intensif.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak langsung akibat karhutla.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan kebutuhan kesehatan,” ujar Dodi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat menjaga kondisi kesehatan selama masa tanggap darurat.
“Kami berharap masyarakat terdampak dapat tetap menjaga kesehatan dan melalui masa tanggap darurat ini dengan baik,” lanjutnya.
Dalam penyalurannya, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan menggandeng Baitul Munzalan Indonesia (BMI) Pontianak, Dompet Umat dan Paragon.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Perwakilan BMI Pontianak, Indra Suherman, mengapresiasi langkah Pertamina yang turut bergerak membantu masyarakat terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah bergerak cepat memberikan bantuan. Bantuan ini sangat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi hingga saat ini,” ungkap Indra.
Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Salah seorang penerima manfaat, Ilham Syukron, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima, terutama air bersih dan kebutuhan kesehatan.
“Terima kasih Pertamina. Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan air bersih, masker, dan obat-obatan,” ungkap Ilham.
Respons Pertamina RU Balikpapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, khususnya dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi kedaruratan akibat bencana lingkungan.
Tidak berhenti pada distribusi bantuan, kolaborasi dengan organisasi sosial, relawan, pemerintah dan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting agar penanganan dampak karhutla dapat dilakukan secara lebih terarah.
Bantuan tersebut sekaligus menyentuh dua kebutuhan yang sangat krusial dalam situasi karhutla, yakni akses air bersih dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Melalui respons tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan turut mengambil peran dalam membantu masyarakat di luar wilayah operasinya yang terdampak bencana, sembari mendukung upaya pemulihan selama masa tanggap darurat karhutla di Kalimantan Barat.









