HUT ke-81 RI di IKN Diwarnai Aksi Hijau, 1.708 Pohon Ditanam Sekaligus

IKN19 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Sebanyak 1.708 bibit pohon ditanam serentak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (15/8/2026).

Penanaman tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Aksi bertajuk “Merdeka Bersama Alam” itu sekaligus mengantarkan IKN mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Penanaman Bibit Pohon Terbanyak di Taman Kota.

Lebih dari 2.300 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Forkopimda, Pramuka, pelajar, masyarakat adat, pedagang pasar, hingga perwakilan dunia usaha dan rumah sakit.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan penanaman pohon di Nusantara tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin aktivitas penghijauan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Buat kami sebenarnya ingin mengajak masyarakat ini menjadi lifestyle (gaya hidup), bukan hanya memperingati hari-hari besar, tapi karena kita memang butuh (untuk menjaga keberlanjutan ekosistem),” ujar Basuki.

Bibit yang ditanam terdiri atas sejumlah pohon kayu endemik Kalimantan, antara lain ulin, meranti, bangkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Selain itu, terdapat tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) berupa tanaman buah seperti rambutan, kasturi, mata kucing, dan langsat.

Penanaman berbagai jenis pohon tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan hujan tropis sekaligus menjadikan ruang terbuka hijau di IKN lebih produktif. Tanaman buah juga diharapkan dapat menyediakan sumber pakan alami bagi satwa liar.

Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri mengapresiasi penanaman massal tersebut. Menurut dia, jumlah dan jenis bibit yang ditanam membuat kegiatan di DAS Sanggai tercatat sebagai rekor baru.

“MURI mencatat ini sebagai rekor superlatif. Penanaman 1.708 pohon dari sembilan belas jenis ini merupakan rekor terbanyak di kawasan taman kota,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, aksi tersebut juga memiliki manfaat ekologis, antara lain membantu fungsi hidrologis, mengurangi risiko erosi, menekan suhu udara, serta menjaga kawasan Nusantara tetap hijau.

Selain jumlah pohon yang ditanam, kegiatan ini juga menggunakan sistem pendokumentasian berbasis digital melalui aplikasi iKNOW yang dikembangkan Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.

Setiap pohon didokumentasikan dan diverifikasi secara real-time melalui sistem geotagging berdasarkan unggahan swafoto peserta di lokasi penanaman.

Keterlibatan generasi muda turut terlihat dari kehadiran sekitar 400 anggota Pramuka Kwarda Kalimantan Timur.

Perwakilan Dewan Kerja Daerah Pramuka Kwarda Kaltim, Muhammad Askar Wiryawan, mengatakan keterlibatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi para anggota Pramuka sekaligus bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.

“Sebagai anggota Pramuka yang berpegang pada Dasadharma cinta alam, kami tergerak untuk bersama-sama membangun IKN sebagai wajah Indonesia. Ini pengalaman baru bagi kami. Harapannya kawasan yang dibangun di IKN terus diimbangi dengan penghijauan kembali,” ujar Askar.

Tak hanya penanaman pohon, kawasan DAS Sanggai juga diisi sejumlah kegiatan publik, seperti Fun Fishing, Paddle Board, panggung musik, dan pasar UMKM kuliner.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah lembaga pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, antara lain SKK Migas Kalimantan Sulawesi, BPDAS Mahakam Berau, Bank Indonesia IKN, OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan.

Sejumlah mitra industri dan pelaku usaha juga turut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan tersebut.

Bagi OIKN, penanaman 1.708 pohon ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem atau rewilding di Nusantara. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan baru masyarakat agar penghijauan tidak hanya dilakukan saat peringatan hari besar, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.