Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Ubah Lahan SAE Lapas Balikpapan Jadi Ruang Produktif Ketahanan Pangan

METROPOLIS34 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat terus diperluas Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Kali ini, program menyasar warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan melalui pelatihan pengelolaan lahan pertanian di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (24/6/2026).

Sebanyak 11 warga binaan yang tengah menjalani masa asimilasi dilibatkan dalam pelatihan pengelolaan lahan serta peningkatan produktivitas pertanian. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan.

Pelatihan ini difokuskan pada pengolahan lahan yang memiliki karakteristik tanah kurang subur, sekaligus mengubah lahan bekas media tanam agar tetap bisa dimanfaatkan secara produktif.

“Program ini kami harapkan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan. Setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa lebih mandiri dan memiliki peluang usaha yang produktif,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun.

Program ini sendiri tidak berdiri sendiri. Sejak 2022, Pertamina telah mendampingi Lapas Balikpapan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pengelolaan limbah hingga penguatan sektor pertanian sejak 2025.

Pihak Lapas Kelas IIA Balikpapan juga mengapresiasi keberlanjutan program tersebut. Menurut Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Setyo D. Moko, dukungan Pertamina telah memberi dampak nyata terhadap pengembangan pembinaan warga binaan.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan ini. Salah satunya pembangunan greenhouse yang membantu kami melakukan panen melon dengan hasil yang cukup baik,” ujarnya.

Kawasan SAE Lapas Balikpapan sendiri memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi dan kini dikembangkan menjadi lahan produktif terpadu. Di dalamnya terdapat budidaya hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, hingga pisang, serta sektor perikanan dan peternakan ayam.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pertamina juga menyalurkan berbagai sarana pendukung seperti mesin sprayer, kotoran hewan, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, hingga wadah fermentasi pupuk.

Melalui program ini, Pertamina berharap warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga kesempatan membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat.