Kebutuhan SDM Digital Meningkat, Pemprov Kaltim Ajak Anak Muda Upgrade Skill

METROPOLIS23 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Perkembangan teknologi dan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan akan mengubah kebutuhan tenaga kerja di Kalimantan Timur dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, generasi muda diminta mulai membekali diri dengan kemampuan digital agar mampu bersaing di tengah perubahan tersebut.

Kabiro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalimantan Timur, Dasmiah, menilai peningkatan kompetensi di bidang teknologi informasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sektor konvensional. Berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, dunia usaha hingga layanan publik, kini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi.

“Transformasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan dunia usaha, tetapi juga pemerintahan dan berbagai sektor pelayanan masyarakat. Karena itu, generasi muda harus memanfaatkan peluang pendidikan yang dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka,” ujar Dasmiah.

Ia menjelaskan, pembangunan daerah ke depan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Terlebih dengan hadirnya IKN dan tumbuhnya berbagai sektor ekonomi baru di Kalimantan Timur, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan digital diperkirakan akan terus meningkat.

Karena itu, Dasmiah menilai akses pendidikan berbasis teknologi informasi perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Ia mencontohkan keberadaan Program Sarjana (S1) Sistem Informasi di STMIK Borneo Internasional yang menawarkan berbagai pilihan skema pembelajaran, mulai dari kelas reguler, kelas karyawan hingga program khusus yang memberikan kesempatan kuliah gratis bagi peserta yang memenuhi persyaratan tertentu.

Menurutnya, model pendidikan yang fleksibel dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun terkendala faktor ekonomi.

Selain itu, pilihan konsentrasi yang beragam juga dinilai mampu menyesuaikan kebutuhan industri saat ini, mulai dari bidang bisnis digital, keamanan siber, pengolahan data, desain digital hingga layanan berbasis teknologi.

“Dengan banyaknya pilihan konsentrasi yang ditawarkan, mahasiswa dapat menyesuaikan bidang keahlian sesuai minat dan kebutuhan pasar kerja. Ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Kaltim untuk meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” kata Dasmiah.

Ia menambahkan, keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Pola pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan pasar akan memperbesar peluang lulusan untuk terserap di dunia kerja sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal,” tutupnya.