Ketahanan Pangan dari Pinggir Kota, Pertamina Kembangkan Hortikultura di Balikpapan Selatan

METROPOLIS41 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Di tengah tantangan harga pangan yang terus berfluktuasi dan keterbatasan lahan produktif di kawasan perkotaan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui sektor pertanian.

Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Pengelolaan Lahan serta Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hasil Pertanian yang digelar di Balai Penyuluhan KB Balikpapan Selatan, Sepinggan Raya, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 15 anggota dari tiga kelompok tani binaan yang selama ini mengembangkan budidaya hortikultura di kawasan Sepinggan Raya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan program pemberdayaan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas petani agar mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.

“Melalui program ini kami tidak hanya memberikan bantuan sarana pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan bersama pakar pertanian. Kami juga menyalurkan dukungan berupa alat semprot, pupuk, serta bahan pembenah tanah untuk membantu meningkatkan produktivitas lahan,” ujar Edi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik pengolahan tanah, pengelolaan unsur hara dan pemupukan, pembuatan kompos, budidaya tanaman hortikultura, hingga pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan.

Salah satu kelompok yang merasakan dampak program tersebut adalah Kelompok Tani Hidayat Sepinggan 1. Kelompok yang dipimpin Rahman itu kini mengelola sekitar empat hektare lahan pertanian dengan komoditas cabai, timun, jagung, singkong, dan ubi.

Menurut Rahman, pendampingan yang diberikan Pertamina selama hampir lima tahun telah membantu kelompoknya berkembang secara signifikan.

“Berbagai dukungan yang diberikan, mulai dari pembangunan embung, bantuan sarana pertanian hingga pelatihan sangat membantu meningkatkan produktivitas. Jika sebelumnya sebagian besar anggota bekerja sebagai buruh lepas, kini banyak yang beralih menjadi petani dan memperoleh penghasilan yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, hasil panen kelompok tani kini dipasarkan langsung ke pasar tanpa melalui tengkulak sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Selain pelatihan, Pertamina juga telah memberikan berbagai fasilitas pendukung seperti embung penampung air, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pupuk kandang, mulsa, bibit tanaman, hingga pelatihan pembuatan pestisida nabati.

Edi menjelaskan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petani di kawasan tersebut adalah kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi.

“Melalui pendampingan yang dilakukan, kondisi tanah yang sebelumnya memiliki pH sekitar 3 kini meningkat menjadi sekitar 6,5. Perbaikan kualitas lahan ini menjadi fondasi penting untuk mendukung keberlanjutan budidaya pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif di sekitar wilayah operasional perusahaan.