Harga Ayam Merangkak Naik, Pedagang Plastik di Segiri Justru Rasakan Penurunan

METROPOLIS36 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pergerakan harga komoditas kembali mewarnai aktivitas perdagangan di Pasar Segiri Samarinda. Dalam beberapa hari terakhir, dua komoditas menunjukkan arah yang berbeda: harga ayam potong naik, sementara sejumlah jenis plastik kemasan justru mengalami penurunan.

Di area Los Ayam Pasar Segiri, pedagang Eka (36) menyebut harga ayam saat ini berada di kisaran Rp55 ribu per ekor, naik sekitar Rp5 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di angka Rp50 ribu.

Kenaikan tersebut, menurutnya, mulai terasa dalam tiga hari terakhir dan mengikuti pergerakan harga dari tingkat pemasok.

“Sudah beberapa hari ini naik. Memang harga ayam sering berubah mengikuti kondisi pasokan,” ujarnya.

Eka menjelaskan, ayam yang dijual rata-rata memiliki bobot sekitar dua kilogram per ekor. Meski harga mengalami kenaikan, pasokan masih relatif stabil karena didapat langsung dari peternak.

Namun, kondisi harga yang naik belum serta-merta mendongkrak penjualan. Ia justru merasakan jumlah pembeli cenderung menurun karena masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Dalam sehari, penjualan ayam di lapaknya berkisar 200 hingga 300 ekor, untuk kebutuhan rumah tangga hingga pasokan sejumlah rumah makan di Samarinda.

“Yang terasa sekarang bukan stok, tapi pembelinya yang berkurang. Kondisi pasar memang agak sepi,” katanya.

Di sisi lain, tren berbeda terjadi pada komoditas plastik kemasan. Pedagang plastik di Pasar Segiri, Adhi (29), mengatakan sejumlah jenis plastik justru mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu yang paling terasa adalah plastik bening ukuran 15, yang sebelumnya dijual sekitar Rp83 ribu per ikat dan kini turun menjadi Rp68.500.

“Turunnya sekitar tiga hari terakhir. Ada beberapa jenis yang ikut turun juga,” ujarnya.

Selain itu, beberapa jenis plastik lain juga mengalami penyesuaian, meski tidak terlalu signifikan. Plastik yang sebelumnya dijual Rp16 ribu per ikat kini berada di kisaran Rp15 ribu.

Meski harga grosir bergerak turun, harga eceran di tingkat konsumen masih relatif stabil. Plastik merah ukuran kecil masih dijual sekitar Rp2 ribu per lembar, sementara plastik kuning bertahan di kisaran Rp3 ribu.

Para pedagang menilai dinamika harga seperti ini merupakan hal yang wajar dalam aktivitas perdagangan. Mereka berharap daya beli masyarakat kembali menguat agar perputaran jual beli di pasar ikut bergerak lebih ramai.