Kemacetan Dipicu Aktivitas Logistik, Dishub Samarinda Minta Kawasan Pergudangan Ditata Ulang

METROPOLIS28 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Aktivitas parkir kendaraan berat di kawasan pergudangan dan sejumlah ruas jalan di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa kapasitas sejumlah kawasan logistik sudah tidak lagi sebanding dengan tingginya aktivitas distribusi barang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menegaskan persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan melalui penertiban di lapangan. Dibutuhkan penataan kawasan pergudangan dan pengelolaan operasional yang lebih terintegrasi agar kendaraan besar tidak terus menggunakan badan jalan sebagai lokasi menunggu.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polresta Samarinda tetap melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir di lokasi terlarang. Namun langkah tersebut hanya menjadi solusi sementara.

“Kami tetap melakukan penertiban bersama Satlantas, tetapi itu lebih kepada solusi jangka pendek,” ujar Manalu, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, akar persoalan berada pada tingginya aktivitas logistik yang tidak diimbangi kapasitas lahan parkir dan area bongkar muat di sejumlah kawasan pergudangan.

Dalam satu waktu, sebuah gudang bisa menerima beberapa kendaraan kontainer sekaligus. Ketika area yang tersedia tidak mencukupi, kendaraan terpaksa mengantre di luar kawasan dan menggunakan badan jalan sebagai tempat menunggu.

“Ada gudang yang dalam satu waktu menerima tiga sampai empat kontainer. Ketika ruang di dalam terbatas, kendaraan akhirnya menunggu di luar,” jelasnya.

Kondisi tersebut kerap terjadi pada jam-jam sibuk distribusi barang. Akibatnya, ruang jalan yang seharusnya digunakan pengguna jalan umum berkurang dan berpotensi memicu perlambatan arus lalu lintas hingga kemacetan.

Karena itu, Dishub menilai penanganan jangka panjang harus diarahkan pada pembenahan tata ruang kawasan pergudangan, termasuk penyediaan ruang parkir yang memadai dan pengaturan jadwal operasional kendaraan logistik.

Selain kawasan pergudangan, Dishub juga masih memberi perhatian khusus pada sejumlah titik di kawasan Ring Road Samarinda yang hingga kini kerap digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan bertonase besar.

Menurut Manalu, jika tidak ditata secara menyeluruh, persoalan yang sama akan terus berulang di berbagai titik kota seiring meningkatnya aktivitas distribusi barang.

“Penanganan jangka panjang harus diarahkan pada pengaturan ruang parkir dan manajemen operasional kendaraan agar persoalan serupa tidak terus berulang di berbagai wilayah kota,” tegasnya.

Dishub berharap penataan kawasan logistik dapat menjadi bagian dari solusi untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung aktivitas distribusi barang yang terus berkembang di Samarinda.