IEE Series Perdana di Balikpapan, Peluang Bisnis hingga Investasi Mengalir ke Kota Penyangga IKN

METROPOLIS37 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Balikpapan kembali jadi sorotan sebagai salah satu simpul penting industri energi nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 digelar di Kota Beriman ini, mempertemukan pelaku industri pertambangan, migas, konstruksi, penyedia teknologi hingga investor dalam satu ruang yang sama, menjadi ajang bertemunya bisnis, teknologi, dan peluang kerja sama di jantung aktivitas energi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Balikpapan menyambut positif penyelenggaraan pameran industri berskala nasional tersebut. Selain memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga sektor energi dan pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), kegiatan ini juga diyakini mampu memberi dampak ekonomi yang luas bagi daerah.

Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Balikpapan, Nenny Dwi Winahyu, mengatakan Balikpapan tumbuh bersama industri migas, pertambangan, dan berbagai sektor sumber daya alam lainnya. Karena itu, kehadiran IEE Series dinilai sejalan dengan karakter dan kebutuhan industri di daerah.

“Karena itu kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan bisa semakin menggerakkan roda perekonomian, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor mining, oil and gas,” kata Nenny usai pembukaan pameran, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, kehadiran lebih dari seratus perusahaan peserta pameran memberikan kemudahan bagi pelaku industri di Kalimantan Timur untuk mengakses berbagai teknologi, peralatan, dan solusi industri tanpa harus datang ke Jakarta.

“Ini menjadi wadah yang sangat baik. Perusahaan-perusahaan bisa melihat langsung berbagai produk dan teknologi yang mendukung operasional mereka, termasuk peralatan keselamatan kerja yang saat ini menjadi kebutuhan penting di sektor industri,” ujarnya.

Meski tidak berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Nenny menilai efek ekonomi yang ditimbulkan tetap signifikan. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah diyakini turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga jasa penunjang lainnya.

“Dengan semakin banyak tamu yang datang ke Balikpapan, tentu hotel, restoran, transportasi dan sektor jasa lainnya akan ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk melihat lebih dekat perkembangan teknologi dan inovasi yang tengah digunakan di sektor energi, pertambangan, dan konstruksi.

Balikpapan Dinilai Paling Tepat

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia, Elan Biantoro. Menurutnya, keputusan menghadirkan IEE Series pertama di luar Jakarta dan memilih Balikpapan sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan langkah yang tepat.

“Balikpapan ini kota yang luar biasa. Lumbung energi dan lumbung sumber daya alam Indonesia. Tidak hanya migas dan batu bara, tetapi juga memiliki kekayaan hayati yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai posisi Kalimantan Timur semakin strategis seiring pembangunan IKN yang terus berjalan. Berbagai proyek pembangunan dan investasi yang masuk menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional.

Bagi Elan, pameran industri seperti IEE Series tidak hanya menjadi etalase teknologi dan produk terbaru, tetapi juga ruang bertemunya pelaku usaha, investor, asosiasi, hingga akademisi untuk membangun kolaborasi baru.

“Pameran seperti ini menghadirkan teknologi, mempertemukan pelaku usaha, membuka peluang bisnis, sekaligus mendorong investasi yang sangat dibutuhkan untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia,” katanya.

Generasi Muda Jangan Hanya Jadi Penonton

Elan juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam industri energi dan sumber daya alam. Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk melahirkan tenaga profesional yang akan menjadi penggerak industri nasional di masa depan.

“Kami ingin pelajar dan mahasiswa hadir melihat langsung industri ini. Mereka harus memiliki gambaran bahwa masa depan sektor energi dan sumber daya alam ada di daerah mereka sendiri. Mereka yang nantinya menjadi tulang punggung pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perusahaan nasional harus mampu mengambil peran utama dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia, meski tetap terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kita boleh berkolaborasi dengan siapa saja, tetapi kita harus tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan IEE Series Balikpapan 2026, berbagai pihak berharap Balikpapan semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat bisnis, investasi, dan teknologi industri di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pembangunan menuju era baru bersama IKN.