Kontainer Sampah Dinilai Jadi Kunci Atasi TPS Liar di Samarinda

Samarinda21 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Persoalan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di kawasan Pinang Seribu kembali mencuat. DPRD Kota Samarinda menilai, munculnya titik-titik pembuangan ilegal tersebut dipicu minimnya fasilitas kontainer sampah di lingkungan permukiman.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, mengatakan temuan itu didapat setelah dirinya turun langsung ke lapangan. Dari hasil peninjauan, masih ada warga yang membuang sampah di lahan kosong karena tidak tersedianya TPS resmi yang mudah dijangkau.

“Dari hasil pemantauan di lapangan, memang masih ada lahan yang dijadikan tempat buang sampah karena fasilitasnya belum memadai. Ini yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga risiko kesehatan masyarakat.

Menurutnya, solusi paling mendesak saat ini adalah penambahan kontainer sampah di titik-titik rawan. Namun, usulan tersebut disebut belum sepenuhnya terealisasi di lapangan.

“Yang jadi persoalan, kebutuhan kontainer ini belum terpenuhi. Padahal ini penting untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan,” katanya.

Andriansyah menekankan perlunya sinergi antarorganisasi perangkat daerah agar pengelolaan sampah tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga penyediaan fasilitas dasar.

Ia juga mengapresiasi petugas kebersihan yang tetap bekerja di tengah keterbatasan sarana. Namun, menurutnya, tanpa dukungan fasilitas yang cukup, penanganan sampah akan sulit optimal.

Komisi III DPRD Samarinda pun mendorong pemerintah kota menjadikan pengadaan kontainer sampah sebagai prioritas dalam pembahasan anggaran mendatang. Langkah ini dinilai penting untuk menekan munculnya TPS liar di kawasan permukiman.

“Kalau fasilitasnya ada dan mudah diakses, TPS liar bisa ditekan. Ini yang harus jadi perhatian,” tegasnya.