Satwa Liar Kembali Terpantau di IKN, Tanda Hutan Nusantara Mulai Pulih

IKN97 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Di tengah masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tanda-tanda pemulihan ekosistem mulai terlihat. Sejumlah satwa liar seperti beruang madu, lutung merah, rusa sambar, hingga berbagai jenis burung hutan kini semakin sering terpantau di kawasan Nusantara.

Kehadiran satwa-satwa tersebut menjadi indikator bahwa upaya restorasi lingkungan yang dilakukan Otorita IKN mulai menunjukkan hasil. Kawasan yang sebelumnya didominasi lahan terbuka dan bekas aktivitas penggunaan lahan kini perlahan kembali menjadi habitat yang ramah bagi keanekaragaman hayati.

Komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan kembali ditunjukkan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Otorita IKN bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kawasan Wanagama IKN, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan bertema “Rooting for Future” tersebut dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin.

Wanagama IKN sendiri merupakan kawasan hutan seluas 621 hektare yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, sekaligus restorasi ekosistem hutan hujan tropis yang mendukung visi IKN sebagai smart forest city.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis kawasan agar alam dan manusia dapat hidup berdampingan.

“Hari Lingkungan Hidup tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kita jalankan setiap hari. Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon, tetapi mengembalikan kehidupan alamnya. Karena itu, kita mulai melihat berbagai satwa seperti beruang madu dan lutung merah kembali terpantau di kawasan IKN,” ujarnya.

Menurut Basuki, kemunculan kembali satwa liar menunjukkan ekosistem yang dibangun mulai hidup dan mampu menyediakan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang secara alami.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menilai upaya menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.

“Kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan kesehatan manusia. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan investasi untuk masa depan,” katanya.

Perwakilan PT Pamapersada Nusantara, Gunawan Setiadi, menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari pengembangan konsep Eco Edu Forest yang menggabungkan konservasi, pendidikan, dan penelitian dalam satu kawasan.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, IKN terus memperkuat posisinya sebagai kota masa depan yang tidak hanya modern dan cerdas, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.