Cuaca Makin Tak Menentu, Warga Kaltim Diajak Mulai Konsumsi Pangan Lokal

METROPOLIS29 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Perubahan iklim mulai terasa dampaknya pada ketersediaan bahan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Cuaca yang semakin tidak menentu membuat hasil pertanian turun, pola tanam terganggu, dan pasokan bahan makanan ke masyarakat ikut terdampak.

Menghadapi kondisi itu, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim mengajak masyarakat untuk mulai melirik pangan lokal sebagai pilihan konsumsi sehari-hari tidak melulu bergantung pada beras atau komoditas impor dari luar daerah.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Anaylia Dina Widyastuti, mengatakan Kaltim sebenarnya punya banyak potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika masyarakat mau beralih dan mencoba variasi pangan lokal, ketergantungan pada satu jenis komoditas bisa berkurang.

“Diversifikasi pangan penting untuk kita dorong bersama. Kaltim memiliki banyak potensi pangan lokal yang bisa dimanfaatkan, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” ujarnya.

Langkah ini bukan sekadar soal selera makan. Dina menjelaskan, membiasakan konsumsi pangan lokal adalah cara praktis masyarakat ikut menjaga ketersediaan pangan daerah, terutama ketika cuaca ekstrem mengganggu pasokan dari luar.

Di sisi pemerintah, DPTPH terus bekerja memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan stok tetap aman. Namun Dina mengingatkan, menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah masyarakat juga punya peran penting.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana distribusi berjalan baik dan masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelola pangan secara bijak,” jelasnya.

Dina juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang-buang makanan dan lebih memilih produk pangan lokal dalam keseharian.

“Dua langkah sederhana yang ini bisa memberi dampak besar bagi ketahanan pangan Kaltim dalam jangka panjang,” pungkasnya.