Permintaan Maaf Dinilai ‘Belum Kena’, Andi Harun Buka Suara Soal Rudy Mas’ud

KALTIM48 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Riak polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, belum juga mereda. Alih-alih meredam, permintaan maaf yang disampaikan justru dinilai belum sepenuhnya menyasar inti persoalan.

Sorotan datang dari kader Partai Gerindra sekaligus Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menilai ada celah dalam cara permintaan maaf itu disampaikan ke publik.

Dalam pernyataan awal, Rudy secara terbuka mengaitkan polemik pengangkatan tim ahli dengan relasi Hashim Djojohadikusumo dan Prabowo Subianto. Namun ketika klarifikasi disampaikan, arah permintaan maaf berubah menjadi umum tanpa menyebut pihak yang sebelumnya disinggung.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur atas pernyataan sebelumnya yang menghubungkan sorotan masyarakat terhadap hubungan beliau dengan saudaranya sendiri dengan hubungan antara Pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” kata Andi Harun, Jumat (1/5/2026).

Di sinilah letak persoalannya. Bagi sebagian kader Gerindra, penyebutan nama di awal tidak berbanding lurus dengan bentuk permintaan maaf yang kemudian dinilai terlalu luas dan tidak personal.

Andi Harun secara terbuka menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang disebut. Langkah itu dinilai bukan sekadar etika politik, tetapi juga strategi meredam eskalasi yang terlanjur meluas.

Ia mengingatkan, ketika sebuah pernyataan sudah viral, publik tidak lagi hanya menilai niat, tetapi juga konsistensi sikap dan ketegasan dalam bertanggung jawab.

Meski demikian, Andi menegaskan dirinya tidak melihat adanya niat buruk dari Rudy. Namun ia menilai momentum ini menjadi penting untuk menunjukkan kedewasaan politik di tengah sorotan publik yang semakin tajam.

Jika tidak segera dituntaskan, polemik ini berpotensi melebar, bukan hanya di internal partai, tetapi juga di ruang publik yang sudah terlanjur sensitif terhadap isu relasi kekuasaan dan etika pejabat.