PLN Pacu Interkoneksi Kalimantan, GI Grogot Jadi Titik Kunci Jalur Alternatif Listrik

METROPOLIS48 Dilihat

Metroikn, Paser – Di tengah kawasan Gardu Induk 150 kV Grogot, aktivitas pembangunan sistem kelistrikan terus dipacu. Ratusan komponen vital kini dipasang satu per satu oleh para pejuang kelistrikan PT PLN (Persero) untuk memperkuat jalur interkoneksi energi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Melalui PLN UIP Kalimantan Bagian Timur dan PLN UPP KLT 1, fokus pengerjaan saat ini berada pada percepatan pembangunan Extension 2 Line Bay menuju GI Sei Durian, yang menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat sistem interkoneksi antarprovinsi.

Tahapan pekerjaan telah memasuki fase paling krusial, yakni erection dan instalasi peralatan utama. Di lapangan, ratusan komponen seperti Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA) dipasang dengan tingkat ketelitian tinggi.

Bagi tim di lapangan, setiap proses bukan sekadar pemasangan teknis. Setiap penyetelan dan alignment menjadi penentu stabilitas aliran listrik yang akan dinikmati masyarakat di masa mendatang. Termasuk pemasangan busbar yang kini menjadi penghubung utama distribusi daya di sistem Kalimantan.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah penting untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat.

“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan hadirnya koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian ini, sistem kelistrikan kita memiliki fleksibilitas tinggi. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur ini siap menyokong, sehingga risiko padam di masyarakat bisa kita minimalisir sedini mungkin,” tegas Basuki.

Saat ini, sistem transmisi dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur masih bertumpu pada jalur utama GI Tanjung menuju GI Kuaro. Kehadiran jalur baru dari GI Grogot ke GI Sei Durian diharapkan memperkuat keandalan sistem sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan listrik.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, yang memimpin pengawasan lapangan, menegaskan bahwa seluruh proses dijalankan dengan standar keselamatan kerja ketat.

“Ini adalah pekerjaan presisi tinggi. Mulai dari mendirikan struktur baja hingga menempatkan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua ada hitungannya. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang solid, memastikan setiap pengujian awal dilakukan tanpa cela sebelum tiba waktunya energize (pemberian tegangan). Kami bekerja untuk hasil yang andal dan tahan lama,” jelas I Made.

Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta ini menunjukkan progres positif sejak pertengahan April 2026. Kehadiran Extension 2 Line Bay GI Grogot bukan hanya penambahan infrastruktur, tetapi juga fondasi penguatan keandalan listrik untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat Kalimantan.