Metroikn, Nusantara – Pelantikan pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (18/4/2026), menjadi titik awal penguatan kolaborasi layanan kesehatan ibu dan anak di kawasan strategis tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multifunction Hall Kemenko 4 IKN ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga membuka ruang sinergi lintas sektor untuk mendorong layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkualitas di Kalimantan Timur.
Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., MPH., FRANZCOG (Hons)., FICRM, menyoroti besarnya peluang kolaborasi dalam pembangunan sistem kesehatan di IKN. Menurutnya, konsep pembangunan Nusantara yang terintegrasi memungkinkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga berjalan tanpa sekat.
Sementara itu, Otorita IKN memandang kehadiran kepengurusan baru ini sebagai peluang memperkuat layanan kesehatan berbasis kolaborasi. Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, yang mewakili Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya peran organisasi profesi dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar tinggi.
Ia menyebut, pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi menjadi pekerjaan penting yang membutuhkan peran aktif tenaga medis di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Selain itu, penguatan inovasi dan edukasi juga dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, seiring dengan perkembangan kawasan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru.
“Pintu kerja sama antara Otorita IKN dengan organisasi profesi seperti POGI terbuka lebar. Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah awal untuk berkolaborasi lebih erat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Alimuddin.
Di sisi organisasi, Ketua POGI Kaltim yang baru dilantik, dr. Noviana Indarti, Sp.O.G., Subsp. Obginsos, M.H., M.M., FISQua, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Dukungan semua pihak sangat kami harapkan agar POGI Kaltim tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga menjadi berkat bagi masyarakat di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan, khususnya di Ibu Kota Nusantara yang tengah berkembang pesat.
Dengan kolaborasi yang semakin terbuka, POGI Kaltim diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung target pembangunan sumber daya manusia menuju generasi emas 2045.









