Ancaman Energi dan Kemarau Panjang, Pemkot Balikpapan Ajak ASN dan Warga Berhemat

Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengantisipasi potensi tekanan pada sektor energi dan ketersediaan air bersih di tengah dinamika global serta perubahan iklim.

Langkah ini ditandai dengan imbauan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk mengubah pola konsumsi menjadi lebih efisien.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa kondisi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM).

“Termasuk dalam penggunaan BBM,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot mendorong ASN untuk mulai mengurangi konsumsi energi, salah satunya melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH). Kebijakan ini dinilai dapat menekan mobilitas harian sekaligus mengurangi penggunaan BBM. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada kedisiplinan individu dalam menjalankannya.

Bagus menekankan pentingnya perubahan perilaku sebagai kunci efektivitas penghematan energi. Ia mengingatkan agar kebijakan yang telah dirancang tidak kehilangan dampaknya akibat kurangnya komitmen dalam pelaksanaan.

“Jangan sampai kebijakan penghematan tidak berdampak karena perilaku kita sendiri,” tegasnya.

Selain ASN, imbauan juga ditujukan kepada masyarakat luas. Warga diminta untuk membatasi aktivitas perjalanan yang tidak mendesak, terutama perjalanan ke luar kota, guna menekan konsumsi energi secara keseluruhan. Pemerintah menilai kesadaran kolektif menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas energi di daerah.

“Disiplin, efisiensi, dan kesadaran bersama menjadi kunci menjaga stabilitas kota,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis air bersih. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kondisi cuaca yang lebih kering dalam beberapa waktu ke depan.

Meski saat ini hujan masih terjadi, pemerintah mengingatkan pentingnya langkah antisipatif sejak dini. Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air serta menyiapkan cadangan air bersih di rumah masing-masing.
Kebutuhan air di Balikpapan saat ini masih bergantung pada Waduk Manggar dan Waduk Teritip. Ketergantungan ini membuat kota tersebut rentan terhadap gangguan pasokan apabila terjadi kemarau berkepanjangan.

Melalui langkah preventif ini, Pemkot berharap masyarakat dan ASN dapat berperan aktif dalam menjaga ketahanan energi dan air, sehingga dampak dari dinamika global dan perubahan iklim dapat diminimalkan sejak dini.

(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)