Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban di Samarinda Dipengaruhi Kenaikan Biaya Angkut

METROPOLIS33 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Kenaikan harga sapi kurban di Samarinda mulai terasa menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Meski begitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda memastikan stok hewan kurban masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Samarinda, Maskuri, mengatakan lonjakan harga sapi dipicu meningkatnya biaya transportasi pengiriman ternak dari daerah pemasok ke Samarinda. Kondisi tersebut membuat harga sapi hidup tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

“Saat ini harga sapi hidup berada di kisaran Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per kilogram. Kalau per ekor sekitar Rp18 juta hingga Rp35 juta tergantung ukuran dan bobotnya,” ujarnya.

Meski harga naik, Maskuri memastikan pasokan sapi kurban masih dalam kondisi aman. Distribusi ternak dari luar daerah bahkan disebut masih terus berlangsung hingga akhir Mei 2026 untuk memenuhi kebutuhan Iduladha di Samarinda.

Ia menjelaskan, sejak Februari 2026 sekitar 15.200 ekor sapi telah masuk melalui pasar hewan di Samarinda. Sebagian besar pasokan berasal dari Kupang, meski tidak seluruhnya diperuntukkan khusus bagi kebutuhan masyarakat Samarinda.

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban di Samarinda dalam dua tahun terakhir rata-rata mencapai sekitar 5.700 ekor sapi serta sekitar 3 ribu ekor kambing dan domba setiap momentum Iduladha.

Selain mengandalkan pasokan luar daerah, peternak lokal di Samarinda juga mulai menyiapkan sapi hasil penggemukan untuk memenuhi permintaan masyarakat. Maskuri menilai sapi dari peternak lokal umumnya memiliki kualitas lebih baik meski harga jualnya relatif lebih tinggi.

“Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan sapi dengan kualitas bagus dari peternak lokal. Harganya memang lebih tinggi, tetapi kondisi dan performa sapinya juga lebih baik,” katanya.

DKPP Samarinda juga memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban terus dilakukan agar sapi maupun kambing yang diperdagangkan tetap dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban menjelang Hari Raya Iduladha.