Rekayasa Lalin MT Haryono Dimulai 3 April, U-Turn Dipangkas untuk Atasi Kemacetan

Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Agung Tunggal, Jalan MT Haryono, Jumat (3/4/2026). Kebijakan ini difokuskan pada pembatasan titik putar balik (U-turn) guna mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan.

Sebagai bagian dari penataan, Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pemasangan beton pembatas di sepanjang ruas jalan, mulai dari depan Toko Gramedia hingga kawasan Kedai Kopi Bubur Nikmat. Pekerjaan tersebut telah dimulai sehari sebelumnya sebagai tahap persiapan.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan langkah ini diambil untuk menertibkan pergerakan kendaraan yang selama ini kerap tidak teratur, terutama pada jam padat.

“Selama ini konflik arus banyak terjadi karena kendaraan berputar di titik-titik yang tidak semestinya. Dengan pembatasan ini, arus akan lebih terarah,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Dalam skema baru, sejumlah titik putar balik ditutup dan dialihkan ke lokasi yang telah ditentukan, yakni di depan Toko Harvest dan kawasan Perumahan BDI. Pengaturan ini bertujuan mengurangi persilangan arus kendaraan yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan di simpang tersebut.

Selain aspek kelancaran, Dishub juga menyoroti faktor keselamatan. Kawasan Simpang Agung Tunggal selama ini dikenal sebagai titik rawan kecelakaan akibat pergerakan kendaraan yang saling berpotongan.

Untuk mendukung kelancaran penerapan, petugas akan disiagakan di lapangan pada masa awal pemberlakuan. Sejumlah rambu tambahan juga dipasang guna membantu pengendara beradaptasi dengan pola lalu lintas yang baru.

Dishub mengakui kebijakan ini memerlukan waktu penyesuaian, terutama bagi pengguna jalan yang terbiasa menggunakan titik putar lama. Meski demikian, pemerintah optimistis rekayasa ini akan berdampak positif dalam jangka panjang terhadap kelancaran arus kendaraan di koridor MT Haryono.

“Kunci keberhasilan rekayasa ini ada pada disiplin bersama di jalan,” kata Fadli.

Sejumlah warga menyambut beragam kebijakan ini. Sebagian menilai langkah tersebut efektif mengurangi kemacetan, sementara lainnya menganggap pembatasan U-turn berpotensi menambah jarak tempuh perjalanan.

(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)