Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Kembangkan Ekonomi Sirkular dari Limbah Kayu

METROPOLIS30 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Limbah kayu yang sebelumnya tak bernilai kini berubah menjadi produk bernilai ekonomi bagi warga Kelurahan Prapatan, Balikpapan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan membina Kelompok Kayu Bina Karya Baitul Ghofur (BKBG) untuk mengolah limbah menjadi berbagai produk fungsional.

Kelompok yang berdiri sejak 2025 ini beranggotakan 16 orang dan aktif memanfaatkan limbah kayu dari aktivitas operasional Pertamina. Hasilnya, berbagai produk seperti meja, kursi, penutup kolam, hingga Alat Permainan Edukatif (APE) berhasil diproduksi dan mulai memberikan dampak ekonomi.

Hingga saat ini, nilai ekonomi dari hasil produksi kelompok tersebut telah mencapai sekitar Rp25 juta, meski pemasaran masih dalam tahap pengembangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, menegaskan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen PT PPN Kilang Balikpapan dalam mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain memberi nilai ekonomi, produk yang dihasilkan juga dimanfaatkan dalam program sosial perusahaan. Salah satunya melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dengan menyalurkan APE ke tiga lokasi daycare sebagai sarana belajar dan bermain anak.

Dodi berharap kelompok ini dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun jangkauan pasar.

“Kami berharap kelompok BKBG dapat terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Ketua Kelompok BKBG, Rantau, mengaku program ini membawa perubahan nyata bagi anggota. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini justru menjadi sumber penghasilan tambahan.

“Dengan adanya kelompok BKBG ini, kami dan anggota bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil olahan limbah kayu. Kami juga merasa lebih produktif karena limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, sekarang bisa menjadi produk yang bernilai,” ujarnya.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Kelompok BKBG diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan limbah berbasis masyarakat, sekaligus mendorong ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.