Kaltim Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana, 700 Personel Dikerahkan

KALTIM13 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – Kodam VI/Mulawarman mengerahkan seluruh unsur penanggulangan bencana untuk memastikan kesiapan Provinsi Kalimantan Timur menghadapi potensi darurat alam pada periode 2025. Kesiapsiagaan tersebut ditegaskan dalam Apel Antisipasi Bencana Alam Kaltim TA 2025 yang digelar di Lapangan Makodam VI/Mulawarman, Sabtu (22/11/25).

Apel dipimpin langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, didampingi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol M. Sabilul Alif. Kegiatan berlangsung tertib dengan melibatkan sekitar 700 personel dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta berbagai instansi pendukung.

Cek Kesiapan Pasukan dan Peralatan

Dalam apel tersebut, seluruh komponen menampilkan kesiapan kendaraan taktis, perahu karet, alat evakuasi, serta perlengkapan penanganan banjir, longsor, puting beliung, abrasi pantai, dan potensi keadaan darurat di kawasan pesisir maupun wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Gubernur Kaltim menegaskan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan, mengingat Kalimantan Timur memiliki wilayah luas dengan tingkat kerawanan bencana yang beragam. Instruksi Presiden terkait penguatan mitigasi menjadi dasar pemerintah provinsi untuk memastikan kesiapan seluruh daerah, termasuk edukasi keselamatan bagi masyarakat.

Pangdam: Sinergi Adalah Kekuatan Utama

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan komitmen penuh Kodam dalam mendukung pemerintah daerah.

“Kodam VI/Mulawarman memastikan seluruh prajurit dan peralatan dalam kondisi siap digerakkan kapan saja. Sinergi TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan elemen masyarakat menjadi kekuatan utama kita menghadapi setiap potensi ancaman,” tegas Pangdam.

Koordinasi Sampai ke Daerah

Usai apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan video conference bersama seluruh Kodim dan Forkopimda kabupaten/kota se-Kaltim. Agenda ini memastikan kesiapsiagaan tiap daerah berjalan optimal dan selaras dengan perencanaan provinsi.

Gubernur turut menyampaikan apresiasi atas soliditas lintas lembaga yang dinilai telah memberi fondasi kuat bagi sistem penanggulangan bencana yang cepat dan terintegrasi.

Komitmen Menjaga Keselamatan Warga

Apel kesiapsiagaan 2025 ini sekaligus meneguhkan komitmen seluruh unsur pengamanan dan penanggulangan bencana untuk menjadikan kesiapan, koordinasi, dan kecepatan respon sebagai standar utama dalam melindungi masyarakat Kalimantan Timur.

Kegiatan ditutup dengan pernyataan bahwa seluruh elemen siap secara personel, material, dan komando untuk menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi.