Hobi Tersalurkan, Cuan Datang: Mengintip Rutinitas Fotografer Lepas di Komunitas Pelari Samarinda

Samarinda17 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Di tengah hiruk pikuk pelari yang berolahraga di GOR Kadrie Oening dan Teras Samarinda, sosok Ragil (21) hampir selalu hadir. Dengan kamera profesional di tangan, pemuda ini mengabadikan momen olahraga warga sekaligus mencari nafkah dari hobi memotret.

Ragil mengaku rutinitasnya teratur. Pada akhir pekan ia memotret di Teras Samarinda pada pagi hari, lalu sore beralih ke GOR Kadrie Oening.

“Profesi aslinya memang fotografer, jadi hampir setiap sore saya di sini,” ucapnya, Selasa (16/9/25).

Meski hasil jepretan bisa mencapai ratusan foto dalam sehari, penjualannya terbatas. Pada hari biasa, hanya lima hingga delapan foto terjual. Namun saat event olahraga, jumlahnya bisa melonjak hingga puluhan bahkan ratusan.

Harga yang ia pasang bervariasi, mulai Rp15.000 hingga Rp25.000 untuk foto harian, sementara pada acara besar bisa mencapai Rp35.000 per lembar.

Dari situ, ia memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

Untuk memudahkan pelanggan, Ragil memanfaatkan aplikasi FotoYu dengan teknologi RoboYu, sehingga orang bisa langsung menemukan foto mereka melalui sistem pengenalan wajah.

Meski tanpa studio, Ragil tetap percaya diri menekuni profesinya.

Ia menilai lokasi-lokasi olahraga publik di Samarinda, terutama Teras Samarinda, menjadi tempat yang paling potensial.

“Kalau di teras, hasilnya bisa lebih banyak. Rata-rata pelari di sana sudah jadi pelanggan tetap,” tandasnya.