40 Inovasi Bertanding, 2 Karya RU V Balikpapan Masuk Top 5 FFPM 2026

METROPOLIS29 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Dua inovasi dari Refinery Unit (RU) V Balikpapan masuk jajaran Top 5 dalam Innovation Award FFPM 2026. Keduanya menyisihkan inovasi lain dalam ajang yang diikuti 40 finalis dan masing-masing membawa pulang penghargaan Best Innovation Award serta Runner-Up Innovation Award.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Innovation Award FFPM (Forum Fasilitas Produksi Migas) 2026 yang digelar Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Migas Indonesia (IAFMI) pada 1–3 September 2026 di InterContinental Bandung.

Best Innovation Award diraih melalui inovasi peningkatan kapasitas produksi Pertamina Dex dengan formulasi baru dan modifikasi fasilitas produk di RU V Balikpapan.

Inovasi berjudul “Enhancing the Production Capacity of Pertamina Dex Through New Formulation and Modification of Product Facilities at Refinery Unit V Balikpapan” tersebut dikembangkan oleh Adimas Prasetyaaji, Ferdana Eldriansyah, Agya Kumala Asri, Agung Aldi Saputra, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Deden Riskianandika, dan Rendy Bayu Aji Suhaedy.

Sementara penghargaan Runner-Up Innovation Award diraih melalui inovasi SENSATION. Inovasi tersebut mengolah slop bernilai rendah menjadi produk baru Light Intermediate (LIT) yang dapat digunakan sebagai bahan baku di TPPI Tuban Refinery.

Inovasi berjudul “Enhancing the Quality of Low-Value Slop into New Product Light Intermediate (LIT) as Feedstock for TPPI Tuban Refinery Through ‘SENSATION’ Innovative Method at Pertamina Balikpapan Refinery to Support Pertamina’s Profit Growth” dikembangkan oleh Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Mahardita Cahyuningtyas, Happy Ramadhan, Akhmad Fadillah, Muhammad Rahadian Hidayat, Moh Taufiq Anwar, dan Sandy Kurnia Arifda Ramadhan.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Novie Handoyo Anto mengatakan kedua inovasi tersebut lahir dari kebutuhan yang dihadapi di lapangan.

“Kami mengapresiasi kontribusi dan kolaborasi seluruh insan RU V Balikpapan yang telah menghadirkan inovasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dua penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan dampak konkret, baik dalam peningkatan kinerja operasional, optimalisasi aset dan produk, maupun penciptaan nilai bagi perusahaan,” ujar Anto.

Menurut Anto, inovasi dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dan tantangan di industri energi. Ia mengatakan pengembangan solusi dari kebutuhan operasional dapat membuka peluang untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

“Bagi kami, inovasi tidak sekadar menghadirkan cara kerja yang lebih efisien, tetapi juga bagaimana sebuah gagasan mampu menjawab tantangan, menciptakan value, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Semangat ini akan terus kami perkuat agar RU Balikpapan dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap peningkatan kinerja dan pertumbuhan bisnis Pertamina,” tambahnya.

Pengembangan kedua inovasi itu sendiri melibatkan kolaborasi lintas fungsi di RU V Balikpapan, antara lain Engineering & Development, Refinery Business Optimization (RBO), dan Produksi.

Kolaborasi dilakukan mulai dari mengidentifikasi persoalan operasional, menyusun solusi, hingga menerapkan inovasi di lingkungan kilang.

Dua penghargaan tersebut sekaligus menempatkan inovasi dari RU V Balikpapan dalam jajaran lima besar karya yang dinilai dalam Innovation Award FFPM 2026.

Ajang yang diselenggarakan IAFMI tersebut menjadi ruang bagi para pelaku industri fasilitas produksi migas untuk memperkenalkan inovasi yang dikembangkan dalam menghadapi kebutuhan dan persoalan di sektor energi.