2.000 Peserta Hadiri Rembug KTNA di Batu, Bupati PPU Bawa Isu Pangan Daerah

Metroikn, Batu – Produksi beras nasional disebut melonjak sekitar 4 juta ton atau 12 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.

Forum lima tahunan KTNA itu dibuka Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi dan diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah, termasuk petani, nelayan, pekebun, peternak, pelaku usaha pertanian serta pengurus KTNA.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor turut hadir dalam pembukaan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026, Sabtu (19/9/2026). Ia datang bersama Ketua Komisi II DPRD PPU Tohirun, Anggota DPRD PPU Sujiati serta sejumlah pengurus KTNA PPU.

Dalam forum tersebut, Suwandi memaparkan perkembangan produksi pangan nasional. Selain beras, pemerintah menyebut delapan komoditas strategis lainnya juga menunjukkan peningkatan sehingga ketergantungan terhadap impor disebut semakin berkurang.

“Tidak hanya padi, pencapaian swasembada ini juga mencakup delapan komoditas strategis lainnya yang telah dipidatokan oleh Presiden dalam sidang kenegaraan di DPR,” tutur Suwandi di hadapan ribuan peserta.

Menurut Suwandi, peningkatan produksi tersebut turut berdampak pada sektor pertanian. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian disebut tumbuh 5,7 persen, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) pangan berada di level 124 pada 2025.

Pemerintah, lanjut dia, juga menyiapkan 23 instrumen regulasi, termasuk penataan pupuk subsidi dan pengawasan tata niaga. Kebijakan itu diarahkan agar petani tidak terus berada pada posisi sebagai penerima harga atau price taker.

Bupati PPU Bicara Tantangan Pangan Daerah

Mudyat mengatakan forum KTNA menjadi ruang bagi daerah untuk bertukar pengalaman mengenai persoalan pertanian dan pangan.

“Rembug ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, bertukar pengalaman dan menyerap berbagai gagasan dari petani serta nelayan di seluruh Indonesia termasuk PPU. Ini penting untuk mendorong sektor pertanian dan pangan semakin maju,” kata Mudyat.

Menurutnya, pembahasan di forum nasional tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi PPU, terutama terkait peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

Ia juga menyebut keikutsertaan PPU menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan melihat pengalaman daerah lain dalam mengembangkan sektor pangan.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 mengusung tema “Bersama KTNA Maju Sejahtera Wujudkan Swasembada Pangan”. Forum tersebut merupakan agenda lima tahunan sekaligus forum musyawarah tertinggi KTNA untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan membahas arah program ke depan.

Ketua Umum KTNA Nasional HM Yadi Sofyan Noor mengatakan forum tersebut diharapkan menghasilkan rumusan yang dapat memperkuat peran KTNA dalam mendukung petani dan nelayan.

Pelaksanaan kegiatan di Kota Batu juga diisi expo pertanian serta agenda pengenalan potensi pertanian dan agrowisata Kota Batu serta kawasan Malang Raya. (Adv)