metroikn, SAMARINDA — Menjelang Natal dan malam pergantian tahun, Pemerintah Kota Samarinda mulai memperketat pengamanan ruang publik. Sebanyak 520 personel Satpol PP disiagakan dalam dua gelombang. Sebanyak 250 personel bertugas pada malam Natal, dan 270 personel disebar saat malam pergantian tahun 2026.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan seluruh personel akan bersinergi dengan Polresta Samarinda serta unsur TNI. Sejumlah titik rawan juga telah dipetakan untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan tertib.
“Satpol PP menyiapkan pengamanan penuh, bekerja bersama Polresta dan TNI. Titik rawan gangguan ketertiban sudah kami identifikasi,” ujar Anis, Selasa (9/12).
Fokus pengamanan meliputi pusat perbelanjaan, area kuliner, ruang publik yang diprediksi dipadati warga, hingga gereja-gereja besar yang menggelar rangkaian ibadah Natal. Untuk malam pergantian tahun, personel ditempatkan di pos-pos terpadu agar pengawasan dan penanganan gangguan bisa dilakukan lebih cepat.
Pengawasan juga diarahkan ke hotel dan tempat hiburan malam yang biasanya menggelar kegiatan perayaan. Satpol PP menyebut, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas, namun tindakan tegas akan diambil bila ditemukan pelanggaran.
“Kami ingin aktivitas anak muda tetap dalam koridor yang aman. Penertiban tetap dilakukan sesuai prosedur,” tegas Anis.
Tahun ini, Pemkot Samarinda menetapkan Teras Samarinda sebagai pusat perayaan malam tahun baru. Pertunjukan kembang api dipusatkan di kawasan tersebut untuk menghindari titik keramaian yang tersebar.
“Perayaan tahun baru dipusatkan di Teras Samarinda. Kami tidak lagi menyebar titik kembang api di hotel atau tempat hiburan,” jelasnya.
Satpol PP juga mengawasi ketat penjualan petasan. Meskipun beberapa jenis masih diperbolehkan, penjual yang tidak mengantongi izin atau menjual jenis terlarang akan ditindak—mulai dari imbauan hingga penertiban.
Anis memastikan, seluruh rangkaian pengamanan dirancang tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat selama libur akhir tahun. “Kami pastikan pelaku usaha tetap bisa beraktivitas. Pengamanan justru untuk menciptakan kenyamanan bersama,” tandasnya.












