Rudy Mas’ud Tekankan Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Hadapi Disrupsi Digital

METROPOLIS107 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai penguatan keluarga menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat di era digital.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan tantangan pada era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) tidak cukup dijawab melalui pembangunan fisik dan pendidikan formal semata, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter anak.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia tidak dibangun ketika seseorang telah memasuki usia produktif, melainkan dimulai sejak fase awal kehidupan hingga proses pengasuhan yang berlangsung di rumah.

Dalam konteks tersebut, Rudy menyoroti pentingnya keterlibatan kedua orang tua secara seimbang, termasuk memperkuat peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

“Peran ayah sangat krusial dalam pengasuhan anak. Ayah tidak boleh lepas tangan. Peningkatan kualitas SDM tidak akan pernah terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di bahu ibu,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran ayah bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menyangkut kedekatan emosional yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan ketahanan mental anak di masa depan.

Menurut Rudy, keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi digital yang memengaruhi pola interaksi, perilaku, hingga proses pembentukan karakter generasi muda.

Karena itu, ketahanan keluarga dinilai tidak lagi menjadi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus diperkuat secara bersama.

Pemprov Kaltim juga mengajak orang tua lebih aktif membangun lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan mampu menjadi ruang pengawasan terhadap berbagai pengaruh negatif yang berkembang di era digital.

Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter dan perlindungan sosial bagi anak.

“Rumah harus dijadikan sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan. Magnet kehangatan keluarga harus selalu menarik anak-anak untuk pulang ke jalan yang benar,” kata Rudy.

Ia berharap penguatan peran keluarga dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur, sehingga lahir generasi yang sehat, adaptif, dan memiliki karakter kuat menghadapi perubahan zaman.

“Mari rapatkan barisan dan satukan tekad. Kita bangun keluarga Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini,” tutupnya.