Porsenijar PGRI PPU 2026 Digelar 4 Hari, 273 Atlet dan 30 Juri Terlibat

Diskominfo PPU32 Dilihat

Metroikn, Penajam – Sebanyak 273 atlet dari kalangan guru dan tenaga pendidik mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Selama empat hari, mereka akan berkompetisi dalam 15 cabang lomba olahraga, seni, dan pembelajaran.

Porsenijar PGRI 2026 dibuka Bupati PPU Mudyat Noor di Dome Anden Oko, Nipah-nipah, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pendidik untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarguru dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Mudyat mengatakan peran guru tidak terbatas pada penyampaian materi pelajaran di ruang kelas. Guru juga berperan dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai yang menjadi bekal generasi muda.

“Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat pantang menyerah pada generasi penerus bangsa,” ujar Mudyat.

Ia berharap Porsenijar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan para tenaga pendidik di PPU.

“Saya berharap Porsenijar PGRI Tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus mengembangkan diri, memperluas wawasan, memperkuat solidaritas dan membangun hubungan yang semakin erat antar sesama tenaga pendidik di PPU,” katanya.

Dari total 273 atlet, Kecamatan Penajam mengirimkan 80 peserta, Kecamatan Waru 51 peserta, Kecamatan Babulu 65 peserta, dan Kecamatan Sepaku 53 peserta. Panitia juga melibatkan 30 juri dan wasit untuk mendukung jalannya perlombaan.

Sebanyak 15 cabang lomba yang dipertandingkan terdiri atas tujuh cabang olahraga, tujuh cabang seni, dan satu cabang pembelajaran.

Cabang olahraga meliputi bola voli, sepak takraw, bulu tangkis, pickleball, tenis meja, catur, dan senam PGRI. Sementara cabang seni mencakup solo vokal, melukis, tari tunggal, pencak silat, musabaqah tilawatil Quran (MTQ), baca puisi, dan kaligrafi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PPU, Muktar, berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada 2027 dengan dukungan anggaran daerah.

“Nanti mudah-mudahan tahun 2027 tetap terlaksana seperti ini, dan tetap dianggarkan seperti ini juga dan bisa dilaksanakan kegiatannya porseni tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan pelaksanaan upacara,” ujar Muktar.

Porsenijar PGRI 2026 diharapkan memperkuat hubungan antartenaga pendidik sekaligus membuka ruang bagi guru untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan belajar mengajar. Ajang ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten PPU. (Adv)