Metroikn, Balikpapan – Keluarga pekerja diajak mengenal langsung lingkungan operasional kilang PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Lewat program Family Road To Refinery (FRTR), perusahaan ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan kerja juga berkaitan dengan dukungan orang-orang terdekat.
Dalam kegiatan ini, keluarga pekerja mengikuti pembekalan keselamatan sebelum memasuki area operasional. Materinya meliputi aturan dasar keselamatan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur kedaruratan.
Setelah menerima safety induction, peserta mengunjungi area kilang untuk melihat lingkungan tempat anggota keluarga mereka bekerja sehari-hari. Mereka juga berkesempatan menyapa pekerja secara langsung dan menyampaikan pesan agar selalu berhati-hati serta mematuhi prosedur keselamatan.
Program FRTR dijadwalkan berlangsung setiap Kamis pada pekan keempat setiap bulan. Kegiatan ini menjadi salah satu cara perusahaan memperkenalkan lingkungan kerja kilang kepada keluarga pekerja sekaligus membangun perhatian terhadap keselamatan di luar tempat kerja.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam mengingatkan pekerja untuk menjaga keselamatan selama menjalankan tugas.
“Bagi kami, keselamatan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi di tempat kerja. Di balik setiap pekerja, ada keluarga yang menunggu di rumah, ada pasangan, orang tua, dan anak-anak yang berharap orang tercinta mereka selalu sehat dan selamat,” ujar Anto.
Menurut dia, pesan dari keluarga diharapkan dapat memperkuat kesadaran pekerja untuk bekerja sesuai prosedur dan saling menjaga di lingkungan kerja.
“Target kita bukan hanya menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi juga memastikan setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat, setiap hari,” katanya.
Pertamina RU V Balikpapan menempatkan program ini sebagai bagian dari penguatan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Melalui pengenalan langsung terhadap lingkungan kilang, keluarga diharapkan memahami pentingnya prosedur keselamatan yang harus dipatuhi pekerja.
Keterlibatan keluarga menjadi pendekatan tambahan dalam membangun budaya keselamatan. Namun, penerapannya tetap bergantung pada kepatuhan terhadap prosedur, penggunaan APD, dan kewaspadaan selama bekerja di area operasional.









