Pembudidaya Ikan di Sepaku Kesulitan Air, Penyaluran Benih Tunggu Kondisi Pulih

Diskominfo PPU24 Dilihat

Metroikn, Penajam – Kemarau mulai menjadi kendala bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Sejumlah kolam mengalami penyusutan air, bahkan ada yang mengering, sehingga penebaran benih ikan berisiko menimbulkan kematian.

Kondisi tersebut membuat penyaluran bantuan benih ikan dari Pemerintah Kabupaten PPU perlu mempertimbangkan keadaan sumber air dan kualitas lingkungan budidaya. Terutama untuk pembudidaya ikan air tawar di wilayah yang kesulitan memperoleh air.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi, mengatakan bantuan benih ikan pada tahun ini telah disalurkan untuk sejumlah penerima. Namun, penyaluran berikutnya masih mempertimbangkan kondisi cuaca.

“Kalau kondisi alam belum ada hujan, kemungkinan besar bantuan benih ikan tidak diadakan, khususnya benih ikan air tawar di daerah yang sulit mendapatkan air tawar,” kata Musakkar saat ditemui di Kantor Dinas Perikanan PPU, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, kemarau dapat menurunkan kualitas lingkungan budidaya dan meningkatkan risiko kematian benih. Penyusutan air membuat volume kolam berkurang, sementara suhu yang meningkat dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dan memperburuk kualitas air.

Kondisi tersebut juga membuat benih ikan lebih rentan terserang penyakit. Ikan yang mengalami stres akibat perubahan lingkungan dapat lebih mudah terserang bakteri maupun jamur.

“Akibat itu semua, benih ikan rentan terhadap penyakit akibat stres dan akan lebih mudah terserang bakteri hingga jamur,” ujarnya.

Persoalan pasokan air turut dirasakan pembudidaya di Kecamatan Sepaku. Musakkar menyebut sejumlah kelompok kesulitan mendapatkan air untuk kolam, bahkan kolam tanah milik pembudidaya dilaporkan telah mengering.

“Sementara untuk mereka sendiri, kebutuhan air saja sudah susah,” katanya.

Dinas Perikanan PPU, lanjut Musakkar, telah menyampaikan imbauan agar pembudidaya tidak menebar benih ketika kondisi kolam belum mendukung. Sosialisasi dilakukan melalui grup pesan instan pembudidaya sejak masa peralihan musim.

“Kemarau sangat berpengaruh, terutama bagi kolam tanah yang riskan. Sebelum puncak kemarau tiba, kami sudah menyampaikan imbauan ke teman-teman pembudidaya,” ucapnya.

Di PPU, Dinas Perikanan mencatat sebanyak 472 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, 141 kelompok di Kecamatan Penajam, 56 kelompok di Waru, 181 kelompok di Babulu, dan 94 kelompok di Sepaku.

Kelompok tersebut membudidayakan ikan air tawar maupun komoditas air payau. Untuk air tawar, jenis yang dibudidayakan antara lain nila, lele, patin, dan gurami dengan metode kolam tanah, terpal, hingga kolam beton. Sementara komoditas air payau meliputi bandeng, udang, kepiting, dan rumput laut.

Kondisi sumber air menjadi pertimbangan penting sebelum benih ditebar. Penyaluran bantuan diharapkan dapat disesuaikan dengan kesiapan kolam agar benih yang diberikan tidak berisiko mati akibat kekurangan air dan memburuknya kualitas lingkungan budidaya. (adv)