Natal dan Tahun Baru 2026, Pemkot Samarinda Siagakan Pos Pengamanan di Gereja, Bandara, dan Pusat Keramaian

Samarinda53 Dilihat

metroikn, SAMARINDA — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Samarinda memperkuat pengamanan di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan melalui sinergi lintas sektor bersama TNI dan Polri guna menjaga keamanan, kenyamanan, serta stabilitas aktivitas masyarakat selama momentum akhir tahun.

Pengamanan disiapkan secara komprehensif, tidak hanya menyasar aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga pengaturan lalu lintas, aktivitas sosial masyarakat, hingga stabilitas ekonomi. Pemkot Samarinda turut memberi perhatian pada kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok agar tidak terjadi gejolak harga di tengah meningkatnya mobilitas warga.

Seluruh skema pengamanan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Setiap perangkat daerah diminta mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan kesiapsiagaan aparat dan jajaran pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran perayaan Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, pengamanan tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran personel di lapangan, tetapi juga melalui langkah pengendalian distribusi logistik dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

“Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan, kelancaran lalu lintas, hingga memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama libur panjang,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, aparat gabungan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan. Satu Pos Terpadu ditempatkan di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Ulu, dengan personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Selain itu, dua Pos Pelayanan disiagakan di Pelabuhan Samarinda dan Bandara APT Pranoto untuk memastikan kelancaran arus penumpang. Sementara lima Pos Pengamanan ditempatkan di kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni Pasar Palaran, Samarinda Square atau Mall Lembuswana, Big Mall, serta kawasan Citra Niaga.

Pengamanan juga difokuskan pada pelaksanaan ibadah Natal. Dari total 111 gereja yang menggelar ibadah di Kota Samarinda, empat gereja ditetapkan sebagai prioritas pengamanan karena diperkirakan akan dihadiri ratusan hingga ribuan jemaat.

Empat gereja prioritas tersebut yakni Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, GPIB Jemaat Immanuel Samarinda, serta GPdI Bethesda Oikumene. Masing-masing gereja mendapatkan pengamanan khusus dengan dukungan puluhan personel gabungan.

Sementara itu, 107 gereja lainnya dikategorikan relatif aman dengan estimasi jumlah jemaat antara 100 hingga 500 orang, namun tetap berada dalam pengawasan aparat.

Andi Harun menegaskan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga toleransi dan keharmonisan kehidupan beragama di Kota Samarinda.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru secara tertib serta bersama-sama menjaga situasi kota tetap kondusif.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga kebersamaan agar Samarinda tetap aman dan damai,” pungkasnya.