Metroikn, Balikpapan – Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan terus berjalan. Sepanjang 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) mencatat dua capaian pemberian tegangan pertama pada infrastruktur gardu induk, sementara proyek GI Bontang Lestari berkapasitas 60 MVA masih memasuki tahap penyelesaian instalasi dan pengujian peralatan.
Capaian tersebut disampaikan PLN UIP KLT dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang digelar melalui upacara di kantor PLN UIP KLT, Balikpapan, Selasa (27/10/2026).
Di Kalimantan Timur, PLN berhasil melakukan pemberian tegangan pertama atau energize Extension 2 Line Bay GI 150 kV Grogot arah GI Sei Durian di Kabupaten Paser pada 14 Agustus 2026. Tahapan ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan transmisi untuk mendukung konektivitas sistem kelistrikan antardaerah.
Sementara di Kalimantan Selatan, PLN melakukan energize Trafo 2 berkapasitas 30 megavolt ampere (MVA) di GI 150 kV Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, pada 29 September 2026. Penambahan transformator tersebut dipersiapkan untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah setempat.
Adapun di Kota Bontang, pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari berkapasitas 60 MVA beserta jaringan transmisi pendukungnya masih berlanjut. Proyek ini telah memasuki tahapan penyelesaian instalasi dan pengujian peralatan secara bertahap sebelum dipersiapkan untuk pengoperasian.
Senior Manager Perencanaan PLN UIP KLT, Fahrul Irawan, mengatakan capaian pembangunan sepanjang tahun ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan dan menyelesaikan tantangan proyek di lapangan.
“Setiap infrastruktur ketenagalistrikan yang dibangun merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat dan daerah. Capaian pembangunan sepanjang 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan, menyelesaikan tantangan di lapangan, dan mempersiapkan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan energi Kalimantan di masa mendatang,” ujar Fahrul.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik proyek. Kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan manfaat infrastruktur setelah beroperasi juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Ia menambahkan, pembangunan ketenagalistrikan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra kerja. Setiap tahapan harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengutamakan keselamatan dan integritas.
Peringatan HLN ke-81 tahun ini mengusung tema “Menjaga Terang, Merawat Kepercayaan”. Dalam amanat Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, seluruh insan PLN, tenaga alih daya, dan mitra kerja diapresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas kelistrikan di berbagai wilayah Indonesia.
Amanat tersebut juga menekankan pentingnya budaya kerja yang terbuka dan bertanggung jawab, penyampaian kendala secara objektif, serta koordinasi yang efektif. Keselamatan kerja menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar dalam pembangunan maupun pengelolaan infrastruktur ketenagalistrikan.
Bagi PLN UIP KLT, pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk menjadi bagian dari upaya menyiapkan sistem kelistrikan untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan energi, perkembangan kawasan industri, dan agenda transisi energi nasional.
Dengan melanjutkan pembangunan dan memastikan kesiapan teknis setiap proyek, PLN UIP KLT berharap infrastruktur kelistrikan yang dibangun dapat mendukung keandalan pasokan listrik sekaligus menopang aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat di Kalimantan.









