Cuan Budidaya Kepiting Bakau PPU, Modal Rp80 Ribu Bisa Dijual hingga Rp500 Ribu

Diskominfo PPU28 Dilihat

Metroikn, Penajam – Harga jual kepiting bakau hasil budidaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, berpotensi mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram saat permintaan meningkat menjelang Tahun Baru Imlek. Potensi ini membuat usaha penggemukan kepiting dengan sistem apartemen tetap dijalankan pembudidaya di tengah musim kemarau.

Enam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di wilayah Babulu Laut masih aktif mengembangkan usaha tersebut. Mereka adalah Pokdakan Subur dan Makmur, Mandiri, Sukamaju, Sri Rejeki, Matirotasi, dan Tunas Jaya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi pembudidaya saat ini adalah ketersediaan bibit kepiting berukuran jumbo. Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas hasil budidaya, dengan persentase daging yang diperoleh berada di kisaran 70 persen.

“Namun, dari sisi ekonomi, prospek bisnis ini tetap menjanjikan. Terutama menjelang Imlek atau tahun baru,” kata Musakkar, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, permintaan biasanya mulai meningkat sekitar dua bulan sebelum perayaan besar. Pada periode tersebut, pembudidaya berupaya meningkatkan hasil panen untuk memanfaatkan kenaikan harga jual.

“Biasanya mulai ramainya itu nanti mendekati dua bulan sebelum hari besar. Di situ mereka kejar karena harganya lumayan meningkat,” ujarnya.

Dari sisi biaya, bibit kepiting berukuran besar umumnya dibeli dengan harga Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Setelah melalui proses penggemukan di dalam boks apartemen kepiting, harga jualnya dapat meningkat menjadi sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram.

Harga tersebut berpotensi naik lebih tinggi ketika panen bertepatan dengan musim permintaan menjelang Imlek.

“Angkanya bisa menyentuh antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu per kilogramnya,” terang Musakkar.

Di luar pengembangan usaha yang sudah berjalan, Dinas Perikanan PPU juga menyalurkan bantuan sarana budidaya kepiting tahun ini. Sebanyak enam set apartemen kepiting diberikan kepada Pokdakan Cahaya Pesisir di Desa Api-api.

Setiap set terdiri atas 100 boks, sehingga total bantuan mencapai 600 boks. Berbeda dari program sebelumnya yang berfokus pada penggemukan kepiting bakau, bantuan kali ini diarahkan untuk budidaya kepiting soka.

Kepiting soka merupakan kepiting yang dipanen saat cangkangnya masih lunak setelah proses pergantian kulit. Menurut Musakkar, metode ini memiliki keunggulan dari sisi waktu pemeliharaan.

“Keunggulan dari metode penggemukan ini terletak pada durasi waktu pemeliharaan yang relatif singkat. Untuk menghasilkan kepiting soka yang siap panen, pembudidaya hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu saja,” pungkasnya. (adv)