Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Tewaskan Lima Orang, Pemerintah Pastikan Penyebab Diusut

METROPOLIS44 Dilihat

Metroikn, Sumenep – Kebakaran hebat melanda KMP Mutiara Sentosa II saat berlayar di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi. Sedikitnya lima orang meninggal dunia, sementara 229 penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi yang melibatkan sejumlah kapal di sekitar lokasi.

Melansir Antara, proses evakuasi berlangsung hingga Senin (3/8/2026) dini hari. Selain lima korban meninggal, petugas masih melakukan verifikasi data penumpang untuk memastikan seluruh korban telah teridentifikasi.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Api diduga pertama kali muncul dari dek kendaraan yang mengangkut ratusan kendaraan logistik.

Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) tersebut membawa sekitar 181 kendaraan, terdiri atas 140 truk, 25 mobil pribadi dan kendaraan niaga, 15 sepeda motor, serta satu unit alat berat.

Kobaran api yang cepat membesar memicu kepanikan di atas kapal. Sejumlah penumpang memilih melompat ke laut sebelum akhirnya dievakuasi kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Laporan pertama diterima operator kapal PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) bersama Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget. Informasi kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Surabaya melalui Syahbandar Tanjung Perak sekitar pukul 08.24 WIB sehingga operasi pencarian dan penyelamatan segera dilakukan.

Pemerintah memastikan penyebab kebakaran akan diusut melalui investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan penyelidikan membutuhkan waktu agar penyebab insiden dapat dipastikan secara menyeluruh.

“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT dan tentu membutuhkan waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebab kejadian ini,” kata AHY, dikutip dari Antara.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menjelaskan kapal Meratus Project 3 menjadi kapal pertama yang menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa II. Namun kapal tersebut tidak dapat melakukan evakuasi karena sedang mengangkut muatan berbahaya sehingga proses penyelamatan dilanjutkan kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Selain mengerahkan Basarnas, Kementerian Perhubungan juga menurunkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk mendukung operasi pencarian dan pengamanan di lokasi kejadian.

KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal feri Ro-Ro berbobot sekitar 3.850 ton dengan panjang 160 meter dan lebar 25 meter. Kapal yang dibangun di Jepang pada 1992 dengan nama Ferry Osaka itu mulai dioperasikan PT Atosim Lampung Pelayaran sejak 2015 untuk melayani rute pelayaran domestik.

Hingga kini proses pendataan korban dan penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil investigasi resmi KNKT sebelum menyimpulkan penyebab insiden tersebut.