Puluhan Petani Sukamara Ikuti Program PERKASA, Belajar Kelola Kebun Sawit Berkelanjutan

METROPOLIS46 Dilihat

Metroikn, Sukamara – Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, provinsi ini memiliki sekitar 299 ribu rumah tangga usaha pertanian yang menjadi penggerak ekonomi di wilayah pedesaan.

Di Kabupaten Sukamara, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di tengah besarnya potensi tersebut, tantangan regenerasi petani masih menjadi perhatian karena mayoritas pelaku usaha pertanian saat ini didominasi kelompok usia dewasa hingga lanjut usia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas petani, PT Sukses Karya Mandiri (SKM), member of PT Triputra Agro Persada Tbk, melalui program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) menggelar pelatihan bagi petani sawit di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program yang merupakan bagian dari inisiatif TAP Untuk Negeri itu diikuti puluhan petani dari berbagai desa di Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara. Setiap batch pelatihan diikuti sekitar 30 peserta yang mendapatkan pembekalan mengenai praktik budidaya kelapa sawit yang baik, peningkatan produktivitas, pengelolaan kebun berkelanjutan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan.

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya diikuti petani laki-laki. Sejumlah petani perempuan juga turut berpartisipasi aktif karena terlibat langsung dalam pengelolaan kebun keluarga.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa sektor perkebunan rakyat kini semakin inklusif, di mana perempuan turut berperan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan usaha, hingga pengembangan ekonomi keluarga berbasis perkebunan.

Camat Permata Kecubung, Maryadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai membantu petani memahami praktik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada manajemen perusahaan. Petani kelapa sawit kita diberikan dukungan untuk menerapkan pertanian sesuai petunjuk teknis. Dalam proses di hulu, kita memang harus menerapkan best practice agronomy agar hasil yang diperoleh lebih optimal,” ujarnya.

Melalui program PERKASA, PT SKM berharap para petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perkebunan modern. Dengan petani yang semakin berdaya dan produktif, sektor perkebunan diharapkan tidak hanya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.